Berita

Base Rescue Lanud Supadio Ikut Partial Exercise 2015

Dibaca: 35 Oleh 07 Des 2015Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Pada pukul 14.00 WIB, Jum’at (4/12) pesawat Ponti Air jenis A737-800 dengan registrasi PK-PNK dan nomor penerbangan PK 113 mendarat di Bandara Internasional Supadio Pontianak dari Jakarta dengan membawa penumpang berjumlah 40 orang dan crew 7 orang.

Pesawat mendarat dari R/W 33 mengalami hard landing pada saat touchdown di runway 33 yang disebabkan oleh cross wind sehingga pesawat swing ke sebelah kanan runway dan keluar dari ujung runway R/W 15, koordinat : 00 08 29.18 S, 109 24 00.69: E sejauh 20 meter menyebabkan engine sebelah kanan atas terbakar, dan akibat dari impact yang terjadi pada saat pesawat mendarat menyebabkan jatuhnya korban pada penumpang dengan rincian 8 orang luka berat dan 15 orang luka ringan.

Seketika berbunyi crash bell dari petugas ADC/Tower dan dengan cekatan kendaraan PKP-PK segera bergerak menuju lokasi kecelakaan pesawat. Begitu juga dengan personel dan kendaraan Base Rescue Lanud Supadio mendatangi tempat kejadian perkara guna ikut membantu melakukan pemadaman.

Baca juga:  Lanud J. A. Dimara Laksanakan Donor Darah

Kemudian tim rescue melakukan penyelamatan terhadap penumpang. Petugas Avsec langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamanan di crash area. Petugas AMC memandu bis yang akan dipakai untuk membawa penumpang yang selamat dan yang luka ringan. Bagi penumpang yang mengalami luka berat di bawa ke Rumah Sakit dr. Mohammad Sutomo Lanud Supadio. Dan pada pukul 14.45 WIB Bandara Internasional Supadio sudah clear dan dapat dipergunakan untuk operasional penerbangan.

Kejadian diatas bukan sebenarnya namun merupakan skenario latihan yang dilaksanakan oleh Bandara Internasional Supadio dan Lanud Supadio dengan tajuk Partial Exercise 2015 di Bandara Internasional Supadio, Jum’at (4/12).

Menurut Kasi Baseops Mayor Sus Roni Purwanto latihan ini sangat penting bagi personel Base Rescue Lanud Supadio karena dengan latihan seperti ini profesional dapat terpelihara. Latihan seperti ini sebenarnya harus sering dilakukan secara periodik karena dapat mengasah ketrampilan dalam penanggulangan bencana, ujarnya.

”Disisi lain latihan ini juga bertujuan meningkatkan koordinasi penangananan kecelakaan pesawat udara di Bandara Internasional Supadio, sehingga dalam situasi seperti ini maka seluruh pihak yang terkait dapat berkoordinasi dengan maksimal dan segera mengambil tindakan cepat dan benar,” kata Kasi Baseops.

Baca juga:  Jaga Kebugaran Prajurit Lanud Padang Mengikuti Tes Semapta

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel