Berita

Basir Soerya dan Tjarmadi, Tokoh Besar Teknisi Pertama Indonesia

Oleh 26 Okt 2019 Oktober 28th, 2019 Tidak ada komentar
Basir Soerya Dan Tjarmadi, Tokoh Besar Teknisi Pertama Indonesia
#TNIAU 
Basir Soerya Dan Tjarmadi, Tokoh Besar Teknisi Pertama Indonesia

Basir Soerya Dan Tjarmadi, Tokoh Besar Teknisi Pertama Indonesia

Basir Soerya Dan Tjarmadi, Tokoh Besar Teknisi Pertama Indonesia

Basir Soerya Dan Tjarmadi, Tokoh Besar Teknisi Pertama Indonesia

TNI AU. Bandung-Koharmatau. Pada tanggal 26 Oktober tahun 1945, dimana ketika itu dua teknisi, yaitu Basir Soerya dan Tjarmadi, berhasil melakukan perbaikan tiga pesawat Cureng peninggalan Jepang. Dua tokoh besar ini merupakan teknisi pertama di Indonesia yang tidak banyak dikenal generasi penerus. Namun, peran mereka sangat krusial dalam sejarah perjuangan bangsa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Komandan Koharmatau Marsekal Muda TNI Dento Priyono, pada upacara HUT ke-56 Koharmatau yang dilaksanakan di Lapangan Upacara, Mako Koharmatau, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Sabtu (26/10/2019).

Lebih lanjut Kasau menjelaskan, peristiwa perbaikan pesawat yang dilaksanakan di Pangkalan Udara Maguwo tersebut, merupakan bukti nyata, bahwa penerbangan pesawat beridentitas Merah Putih pertama kali di cakrawala Indonesia, sekaligus operasi perdana TNI Angkatan Udara, tidak terlepas dari peran aktif para teknisi andal ini.

Semangat pengabdian yang diberikan adalah teladan bagi kita semua. Bentuk pengorbanan yang nyata harus kita berikan tanpa mengharap ketenaran dunia. Berangkat dari perjuangan para teknisi tersebut, sehingga dibentuklah Satuan Komando yang berfungsi mengelola berbagai unsur pemeliharaan, yang kini telah menjelma menjadi Koharmatau, yang senantiasa mampu menjalankan tugasnya dalam memelihara kesiapan operasional seluruh alutsista udara yang dimiliki TNI Angkatan Udara. Lanjutnya.

Kasau menjelaskan, bahwa selama 56 tahun pengabdian-nya, Koharmatau telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam bidang pemeliharaan, khususnya terhadap kelangsungan kesiapan operasional alat utama sistem senjata (alutsista), guna mendukung tugas TNI Angkatan Udara sebagai penegak kedaulatan negara di udara.

Kasau menegaskan, tugas diemban Koharmatau dan jajarannya merupakan dasar serta fondasi utama tugas dilaksanakan TNI Angkatan Udara. kesiapan alutsista merupakan kunci utama terlaksananya setiap operasi dan latihan yang menjadi tugas Angkatan Udara laksanakan. Keberhasilan pelaksanaan tugas, tidak bisa dipisahkan dari kualitas kesiapan operasional yang merupakan perpaduan dari unsur manusia, alat utama sistem senjata, serta seluruh sistem dan piranti lunak yang mendukungnya.

Kasau memberikan penghargaan kepada Koharmatau karena sampai dengan saat ini, telah dapat menjawab tantangan dan melaksanakan sinergi tersebut dengan sangat baik. Telah banyak inovasi dan terobosan yang dilaksanakan Koharmatau dan jajarannya. Pada kesempatan ini saya akan sebutkan beberapa pencapaian dan prestasi tersebut.

Depohar 10, telah berhasil melaksanakan “Check D” pesawat Boeing 737, dan beberapa tools dan fasilitas pendukung untuk pesawat NAS 332, C-130, CN-295, dan pesawat lainnya. Demikian Juga, Depohar 20 telah berhasil membuat ICADS ACMI dan perbaikan Human Centrifuge di Lakespra Saryanto. Selanjutnya, Depohar 30 berhasil membuat Engine Test Cell Mobile sekaligus berhasil membuat 94 item special tools engine untuk Pesawat G120TP-A Grob. Depohar 40, berkolaborasi dengan Depohar 20 dan Depohar 70, juga telah berhasil memperbaiki simulator Hawk 209 yang ada di Lanud Roesmin Nurjadin. Tambahnya.

Selain kerberhasilan tersebut Kasau menjelaskan, dimana Depohar 50 berhasil membuat dan mengintegrasikan 6 Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADSB) di beberapa satuan radar yang kita miliki. Depohar 60 berhasil membuat War Head Inner Rocket untuk kaliber 70 mm, serta membuat Adapter Ejection Seat pesawat KT 1 B, sehingga kesiapan pesawat telah meningkat secara signifikan. Dan terakhir, Depohar 70 telah berhasil membuat Oxygen Console untuk penerjunan HALO maupun HAHO bagi Korpaskhas, serta yang terbaru, telah berhasil membuat bendera raksasa dan tool Giant Flag Underslung dalam waktu sangat singkat, sehingga berhasil ditampilkan saat demo udara pada perayaan hari jadi TNI, 5 Oktober 2019 silam.

Inovasi dan terobosan yang dilakukan Koharmatau dan jajarannya, juga merupakan sebuah keberhasilan bagi TNI Angkatan Udara. Sebagai Kepala Staf Angkatan Udara, saya sangat mengapresiasi dan sangat bangga atas pencapaian yang telah diraih Koharmatau tersebut.

Kasau Berharap, dengan keberhasilan yang dicapai Koharmatau ini, telah membuka mata kita, serta semakin meningkatkan asa dan harapan bagi TNI Angkatan Udara. Meskipun dihadapkan dengan berbagai kendala dan keterbatasan, Koharmatau tetap mampu menjawab tantangan dengan memberikan solusi-solusi yang inovatif dan aplikatif. Keberhasilan ini akan menjadi inspirasi bagi satuan lain untuk turut berprestasi.

Upacara yang dilaksanakan dengan mengutamakan kesederhanaan ini dihadiri Wadan koharmatau, Kadislitbangau, Danlanud Husein Sastranegara, Ketua PIA Ardhya Garini Gab. III Koharmatau dan pengurus, Para direktur, Para Pejabat Koharmatau, Periwra, bintara, tamatama dan PNS Koharmatau.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel