Berita

Batalyon 466 Paskhas Berhasil Merebut Lanud Sultan Hasanuddin

Dibaca: 121 Oleh 23 Jun 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Batalyon 466 Paskhas sebagai Batalyon I Pasopati berhasil merebut kembali Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin Makassar yang telah dukuasai musuh dari Pasukan Negasor bersama satu peleton Gerakan Separatis Bersenjata Makassar Merdeka (GSBMM) yang berkekuatan 1 Kompi.

Demikian akhir dari skenario latihan Hardra Marutha II yang merupakan latihan Wing II Paskhas yang dipusatkan di Batalyon 466 Paskhas sekaligus bertindak sebagai pelaku latihan, dengan mengambil tempat latihan di Markas Batalyon 466 Paskhas, daerah Moncongloe dan Lanud Sultan Hasanuddin.

Latihan dilaksanakan selama lima hari mulai tanggal 19 s/d 23 Juni 2010 bertindak sebagai Pimpinan Latihan adalah Komandan Wing II Paskhas Kolonel Psk T. Seto Purnomo, sedang Komandan Batalyon 466 Paskhas Mayor Psk Sujatmiko, sedangkan Wakil Komandan Batalyon 466 Paskhas Mayor Psk Roosen Lymson Sinaga bertindak sebagaai Komandan Batalyon Satuan Tempur (Satpur) I Pasopati.

Latihan Hardha Marutha II yang merupakan Latihan Puncak jajaran Wing II Paskhas yang melibatkan Pasukan dari Batalyon 463 Paskhas Madiun, Batalyon 464 Paskkhas Malang dan Batalyon 466 Paskhas Makassar, diawali penerjunan droppiong zone di daerah Moncongloe

Baca juga:  Peresmian Renovasi Gedung Denma Kohanudnas

Dari daerah Moncongloe Pasukan Paskhas selanjutnya melaksanakan patrol jarak jauh menuju musuh, penghadangan, serta pengepungan dan pembersihan Kampung dan penggeledahan rumah, kegiatan masuk basis operasi depan, pengintaian serta patrol malam dan patrol keamanan.

Adapun puncak dari Latihan Hardha Maruta II adalah tepat hari “H” jam “J” melaksanakan operasi perebutan , Pengendalian dan Pertahanan Pangkalan Udara (OP3U) di tempat-tempat strategis yang telah diduduki musuh untuk di rebut dan dikendalikan sambil menunggu Tim Pengendali Pangkalan (Tim Dallan) untuk mengoperasikan kembali Pangkalan Udara Sultan Hasanuddin.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel