TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Bencana Banjir di Karesidenan Madiun, Dipantau Menggunakan Heli Super Puma TNI AU

By 08 Mar 2019 March 11th, 2019 Berita
WhatsApp_Image_2019-03-08_at_11.47.15

TNI AU.  Iswahjudi (8/3/2019). Daerah terdampak banjir tidak lepas dari pantauan udara oleh Kepala Dinas Operasi Lanud Iswahjudi Letkol Pnb M. Anjar Legowo bersama Mayor Pnb Ferrel Rigonald dengan menggunakan pesawat heli NAS 332 Super Puma dari Skadron Udara 6 Lanud Atang Sanjaya, Bogor. Pesawat Heli ini memang sedang melaksanakan misinya sebagai pesawat SAR.

Dipiloti oleh Mayor Pnb Nugroho Tri dan Co Pilot Lettu Pnb Septian Sihombing lepas landas dari Lanud Iswahjudi pukul 07.45 WIB menuju kota Ponorogo. Daerah perbukitan dan menyusuri sungai nampak aliran yang mulai surut. Hanya daerah selatan kota Ponorogo tepatnya daerah Pondok Pesantren Gontor 2 yang masih digenangi air.

Selanjutnya pesawat bergerak ke arah kota Trenggalek, namun setelah berputar diatas kota “Gaplek” tidak terdapat tanda-tanda genangan air. Pesawat menuju arah timur dan selanjutnya berbelok ke utara menuju Kabupaten Madiun. Dari Pantauan udara benar-benar hampir sepanjang daerah Gumpil Kec Sawahan (pintu masuk tol Caruban) masih luas rendaman air dan sepanjang mata memandang hamparan air masih menutupi bahu jalan menuju Desa Gumpil.

Pemantauan udara pada pukul 9.10 WIB berada tepat diatas Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi, daerah terparah dilanda banjir. Tol Solo-Surabaya KM 603- 605 yang kemarin separo bahu jalan terendam air dari pantauan nampak masih digenangi air namun demikian sudah dapat dilalui kendaraan. Wilayah yang digenangi air cukup luas berkisar dua kali wilayah Kabupaten Madiun (7 Kecamatan).

Komandan Lanud Iswahjudi Marsma TNI Widyargo Ikoputra, S.E, M.M., dalam arahannya pantauan udara ini akan memudahkan dalam memberikan pertolongan, sehingga kita akan melaksanakan pemantauan kembali apabila diperlukan dan sesuai perintah dari pimpinan. Kita hanya membantu Pemerintah Daerah dan kebetulan TNI AU mempunyai kemampuan itu, tegas Marsma TNI Iko.

Lanud Iswahjudi telah berhasil mengevakuasi warga sebanyak 225 warga di Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Sedangkan untuk Desa Balerejo evakuasi dilakukan mandiri. Evakuasi warga untuk hari pertama, Kamis (7/3) malam kemarin sedikit mengalami kendala karena warga baru mau dievakuasi setelah kondisi gelap gulita dan air tidak beranjak surut. Evakuasi selesai dilaksanakan hingga pukul 20.00 WIB. Sampai berita ini dibuat Lanud Iswahjudi telah menyalurkan bantuan berupa Lilin 200 bungkus, Mie Instans, makanan, dan Air mineral untuk warga sekitar .

Lanud Iswahjudi hari ini Jumat (8/3) telah mengirimkan 74 prajurit 3 LCR. Dengan sasaran desa Kendung Kec. Kwadungan kabupaten Ngawi. Sedangkan hari Kamis (7/3) Lanud Iswahjudi telah mengirimkan sebanyak 124 anggota yang dipusatkan Balerejo Kab. Madiun dan Kendung Kecamatan Kwadungan Kabupaten Ngawi. TNI AU mendirikan Posko di Kantor Kecamatan Balerejo. Selain itu didukung 5 LCR , 6 truk, 12 dayung , 20 Pelampung, dan puluhan velbed. Masih Menurut Danlanud Iswahjudi kami akan terus membantu, warga Karesidenan Madiun dengan mengerahkan kemampuan, termasuk apabila diperlukan dropping makanan. Tegasnya.

 

Kirim Komentar/Pertanyaan

Bencana Banjir di Karesidenan Madiun, Dipantau Menggunakan Heli Super Puma TNI AU