TNI AU. Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Koopsau) melalui Kepala Kesehatan (Kakes) Koopsau Letkol Kes dr. Tara Aseana, Sp.K.J.(K)., menggelar kegiatan sosialisasi penyebaran virus nipah dan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat sebagai langkah utama dalam mencegah penularan Virus Nipah, bertempat di lapangan apel Mako koopsau, Jakarta, Kamis (4/2/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan setelah pelaksanaan apel pagi yang dikuti oleh seluruh personel Koopsau baik militer maupun PNS Koopsau.
Dalam sosialisasinya, Kakes Koopsau menyampaikan bahwa Virus Nipah disebabkan oleh Nipah virus, anggota Genus Henipavirus dari Family Paramyxoviridae. Virus ini memiliki reservoir alami berupa kelelawar buah dari Genus Pteropus, yang dapat membawa virus tanpa menunjukkan gejala. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan terinfeksi, konsumsi produk hewan atau buah yang terkontaminasi, serta penularan antarmanusia.
“Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik yang sangat berbahaya dengan tingkat kematian yang tinggi. Oleh karena itu, kami mengimbau untuk benar-benar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menghindari kontak langsung dengan hewan yang berpotensi membawa virus,” ujar Kakes.
Lebih lanjut dijelaskan hingga saat ini belum tersedia obat maupun vaksin khusus untuk Virus Nipah. Gejala awal sering kali menyerupai flu biasa, seperti demam, sakit kepala, nyeri otot, dan muntah. Namun, jika tidak ditangani, kondisi ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan, peradangan otak, kejang, hingga kematian.
“Tingkat kematian akibat infeksi Virus Nipah berada pada kisaran 40 hingga 75 persen, sehingga personel Koopsau diminta tidak mengabaikan gejala sekecil apa pun”.pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, personel koopsau diharapkan memahami apa itu penyakit Nipah, cara penularannya, gejala yang perlu diwaspadai, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.





