TNI AU. TNI Angkatan Udara menggelar Workshop Cyber Warfare 2026 untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesiapan personel dalam menghadapi dinamika ancaman di ruang siber sebagai salah satu tantangan dalam peperangan modern.
Kegiatan dibuka oleh Wakil Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Udara (Waaskomlek Kasau) Marsma TNI Gatot Sutomo, S.T. mewakili Asisten Komunikasi dan Elektronika Kepala Staf Angkatan Udara (Askomlek Kasau) Marsda TNI Deni Hasoloan S. di Satuan Siber Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (28/9/2026).
Dalam sambutan Askomlek Kasau yang dibacakan Waaskomlek Kasau, disampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat telah membawa perubahan signifikan terhadap pola peperangan modern. Ruang siber kini menjadi salah satu domain penting dalam mendukung keberhasilan operasi militer, dengan ancaman yang dapat menyasar sistem komando dan kendali, sistem komunikasi, sistem informasi, hingga sistem senjata yang mendukung operasi TNI AU.
Menghadapi perkembangan tersebut, Askomlek Kasau menyampaikan bahwa TNI AU perlu membangun kemampuan dan kesiapan siber yang memadai, baik dari aspek personel, organisasi, teknologi, prosedur, maupun kemampuan deteksi dan respons terhadap ancaman siber. Kemampuan siber juga bukan hanya menjadi tanggung jawab satu satuan atau bidang tertentu, melainkan merupakan tanggung jawab bersama seluruh personel TNI AU dalam mendukung kesiapan dan ketahanan siber.
Workshop yang berlangsung selama dua hari, 28–29 September 2026, tersebut diikuti 13 peserta dari berbagai satuan TNI AU.
Kegiatan menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman mengenai konsep dan karakteristik cyber warfare serta keterkaitannya dengan pelaksanaan tugas dan operasi TNI AU, khususnya dalam mendukung sibersistanya TNI AU.
-1129980-1080.webp)

-1129980-1080.webp)

-1129980-1080.webp)

-1129980-1080.webp)