Berita

BI MENGGELAR SOSIALISASI CIRI KEASLIAN UANG RUPIAH DI LANUD REMBIGA

Dibaca: 33 Oleh 12 Apr 2012Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Bertempat di Gedung Olahraga Hercules Lanud Rembiga, Bank Indonesia yang bekerjasama dengan Lanud Rembiga menggelar sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah dan cara memperlakukan uang dengan baik kepada keluarga besr Lanud Rembiga, Rabu (11/4). Kegiatan tersebut diikuti oleh Seluruh anggota Lanud Rembiga, Ibu PIA Ardhya Garini Cab.6/D.II, Purnawirawan serta Saka Dirgantara.

Komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Ridha Hermawan menilai sosialisasi uang kertas asli kepada keluarga besar anggota Lanud Rembiga ini sangat penting, agar anggota dapat mengenali uang ketas asli. Mengingat saat ini banyak sekali beredar uang paslu yang sangat merugikan masyarakat, terutama pemengang terakhir yang harus berurusan dengan pihak kepolisian. “Oleh karena itu kami berharap anggota dapat mengikuti sosialisai tersebut dengan baik, serta memberikan pencerahan bagi masyarakat lainnya,” pinta Danlanud.

Pimpinan Bank Indonesia (BI) Mataram, M. Junaifin menjelaskan maraknya peredaran uang paslu di masyarakat menjadi salah satu asalan BI untuk melakukan sosialisasi ciri keaslian uang rupiah. Dikatakannya, sejauh ini kasus uang palsu sudah banyak laporan di kepolisian dengan pecahan-pecahan yang besar yakni pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, yang sangat merugikan masyarakat terlebih jika sasarannya pedagang-pedagang kecil.

Sementara dalam pemaparannya tentang ciri-ciri uang asli, Alex selaku karyawan BI menerangkan, pada prinsifnya ciri uang asli 3D (Diliat, Diraba dan Diterawang). Diliat cetakan uang terliat terang dan jelas, ada benang pengaman yang tertanam di kertas. Diraba bagian angka nominal, huruf dan gambar utama kasar, serta ada sistem cetak infrabio yang merupakan kode bagi penderita tuna netra. Sementara jika diterawang akan terlihat tanda air (watermark) berupa gambar pahlawan dan terlihat gambar yang saling isi.

“Cara memperlakukan uang dengan baik juga disebut 3D ( Didapat, Disimpan dan Disayang), setelah didapat harus disimpan di tempat yang baik salah satunya di Bank, dan disayang maksudnya jangan sampai uang di steples, atau dilipat-lipat. Mari bantu kami agar peredaran uang kertas lebih lama,” paparnya..

Keterangan gambar : Komandan Lanud Rembiga Letkol Pnb Ridha Hermawan menyerahkan cinderamata kepada pimpinan Bank Indonesia Mataram M. Junaifin seusai sosialisasi.

Baca juga:  Sambut Peringatan Ke-73 Hari Bakti TNI AU Tahun 2020, Lanud RHF Gelar Donor Darah

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel