Berita

BPJS Gandeng Lanud Adisutjipto Adakan Sosialisasi Cegah Kanker

Dibaca: 8 Oleh 25 Jul 2016Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Dalam rangka Hari Bhakti TNI Angkatan Udara dan Hari Ulang Tahun BPJS ke 48, sebanyak 225 peserta terdiri dari PIA Ardhya Garini, Wanita Angkatan Udara, dan PNS Putri, (21/7) mengikuti ceramah kesehatan tentang bahaya kanker rahim dan pencegahannya di Gedung Wisma Adisutjipto Lanud Adisutjipto. Ceramah bahaya kanker serviks disampaikan oleh Mayor Kes dr. Wayan Sumandiyasa Sp.OG dari RSPAU Hardjolukito.

Dalam ceramahnnya, dr. Wayan Sp.OG menjelaskan bahwa bahaya kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian bagi kaum wanita. Kanker serviks adalah salah satu tumor ganas yang paling sering dijumpai pada wanita, juga satu-satunya penyakit kanker yang dapat ditemukan penyebabnya. Kanker serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV), virus ini dapat menyebar secara langsung dari kontak kulit, masa inkubasinya bisa lebih dari sepuluh tahun, oleh karena itu di stadium awal tidak ada gejala apapun, kanker serviks dapat dicegah juga dapat dideteksi, dengan melakukan screening kanker serviks secara rutin dapat dengan efektif menghindari menderita kanker serviks.

Baca juga:  PIA AG Gelar Aneka Bazar di Miko Mall

Dr Wayan Sp.OG juga menambahkan bahwa pencegahan kanker serviks dinilai lebih ampuh daripada pengobatan. Untuk itu para wanita sejak dini harus mengetahuai gejala yang biasanya muncul ketika sel serviks yang tidak normal berubah menjadi keganasan dan menyusup ke jaringan disekitarnya. Gejala-gejala yang harus diwaspadai seperti pendarahan pada saat menstruasi, menstruasi tidak normal, nafsu makan berkurang dan nyeri pinggul.

Meskipun demikian kaum wanita tidak boleh takut karena yang terpenting adalah mengetahui gejala kanker serviks sedini mungkin. Tingkat keganasan kanker serviks tinggi, 70% pasien kanker serviks saat didiagnosa sudah dalam stadium lanjut. Pengobatan kanker serviks diantaranya adalah operasi pengangkatan, pengobatan kolaborasi medis barat-timur, radioterapi, kemoterapi dan lainnya.

Saat ini pada umumnya cara pengobatan kanker serviks yang paling sering dijumpai adalah dengan operasi dan radioterapi. Operasi cocok dilakukan bagi kanker serviks stadium awal, operasi yang diutamakan adalah radioterapi menggunakan sinar laser yang bertujuan untuk merusak sel-sel dan efektif untuk mengobati kanker invasif yang masih terbatas pada daerah panggul. Pengobatan lain yang disarankan adalah dengan kemoterapi atau terapi obat kanker, yaitu dengan membunuh sel-sel kanker sehingga menimbulkan efek yang tidak menyenangkan. Terapi biologis juga merupakan alternatif penyembuhan lainnya dengan menggunakan zat-zat untuk memperbaiki sistem kekebalan tubuh dalam melawan penyakit. “Pencegahan terbaik yang dilakukan adalah dengan melaksanakan papsmear setiap 1 kali setahun bagi wanita diatas 35 tahun, pungkasnya.

Baca juga:  Sosialisasi Penghapusan BMN di Lanud Iswahjudi

Turut hadir dalam ceramah bahaya kanker tersebut Ketua PIA Ardhya Garini Lanud Adisutjipto Ibu Erni Imran Baidirus beserta pengurus, Wakil Ketua PIA RSPAU Hardjolukito Ibu Ids Wiranto beserta pengurus, perwakilan Wara dan PNS Putri Lanud Adisutjipto.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel