Berita

BPLHD Jabar Gelar “SAWALA ECOVILLAGE” di Lanud Sulaiman.

Dibaca: 36 Oleh 07 Nov 2016Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Badan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Jawa Barat bekerjasama dengan Pangkalan TNI AU Sulaiman menggelar kegiatan Sawala Desa Berbudaya Lingkungan atau “ecovillage”, Jum’at (4/11/2016) di lapangan Sepak Bola Lanud Sulaiman, Margahayu , Bandung dalam rangka menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dengan didampingi Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI M. Herindra dan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii, S.I.P.,M.M., turut pula menghadiri acara tersebut yang juga mengundang sekitar 4000 orang dari berbagai perangkat daerah, jajaran TNI-Polri,akademisi, para pengusaha, dan berbagai unsur pemerhati lingkungan.

Gubernur pun memberikan apresiasi kepada BPLHD dan para “ecovillager” yang berkomitmen untuk menciptakan sungai Citarum terbebas dari limbah dan sampah.

“Kita bersepakat untuk tidak buang sampah ke sungai, ke tempat-tempat yang bukan tempatnya, para aktivis lingkungan diharapkan dapat mengajak masyarakat agar sadar dan peduli untuk tidak membuang sampah dan limbah ke sungai, “ jelas Gubernur.

“Sungai tidak terlalu kumuh, bahkan di sejumlah titik terlihat benar-benar bersih tanpa sampah. Ini pun tak terlepas dari sinergisme para “ecovillager” dengan “stakehokder” lokal seperti Kecamatan, Desa, RW, sampai ke tingkat RT,” tambah Gubernur yang juga mengharapkan agar sungai Citarum yang melewati sekitar 25 kecamatan tersebut dengan melalui gerakan citarum Bestari dan kegiatan ecovillage ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk peduli pada kebersihan sungai Citarum, bebas limbah dan sampah.

Baca juga:  Lanud Abd. Saleh Meriahkan HUT Ke-73 Kemerdekaan RI Dengan Pertandingan Sepak Bola

Sawala Ecovillage Gerakan Citarum Bestari merupakan pengembangan Desa Berbudaya Lingkungan yang berbasis masyarakat, di mana pengelolaan lingkungan melibatkan seluruh komponen masyarakat dan pemerintah daerah dalam upaya membangun budaya dan prilaku ramah lingkungan di dalam 4 aspek yang meliputi Ekologi, Ekonomi, Sosial dan Spritual.

Sedangkan menurut Dr. Ir. Anang Sudarna, M.Sc.Ph.d selaku kepala BPLHD menyatakan bahwa pengembangan desa berbudaya lingkungan merupakan suatu kegiatan berbasis masyarakat yang pengelolaan lingkungan dilakukan dengan melibatkan peran serta semua pemangku kepentingan masyarakat. “Pelaku usaha, tokoh agama, akademisi, lembaga swadaya masyarakat, dan aparat pemerintah diharapkan dapat mengajak dan menumbuhkembangkan perilaku masyarakat berbudaya lingkungan, “ jelasnya.

Sawala Ecovillage tersebut diisi dengan kegiatan yang diawali prosesi pembukaan atau mapag bubuka, penanaman pohon, dan Awor Cai (prosesi ngalarung), dan dilanjutkan dengan melihat stand yang memamerkan produk dari bahan daur ulang. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan progres gerakan Citarum Bestari, Pembangunan dan pemberdayaaan Masyarakat Desa dari Kemendes, Penguatan Lembaga Masyarakat Desa dalam mendukung kelestarian lingkungan oleh Dirjen Pengendalian Pemcemaran dan Kerusakan Lingkungan (KLHK), dialog, serta gelar budaya ecovillage berupa pementasan kesenian dan budaya lokal.

Baca juga:  Personel Lanud Sjamsudin Noor Ikuti Lomba Angkat Lumpur di Kota Banjarmasin

”Revolusi Mental Wujudkan Citarum Bestari” adalah tema yang diangkat pada kegiatan tersebut sebagai upaya dalam membangun budaya dan perilaku ramah lingkungan masyarakat.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel