Berita

Breifing Sebelum Terbang Tentukan Keberhasilan Misi Operasi Penerbangan

Dibaca: 4 Oleh 23 Okt 2014Tidak ada komentar
indonesianf16pesawat0170 tniau
#TNIAU 

Berhubungan dengan keselamatan dan kelancaran penerbangan, breifing penerbangan mutlak dilakukan karena sebagai awal penentu keberhasilan sebuah misi penerbangan yang dilakukan. Lebiih-lebih pada penerbangan untuk melakukan sebuah misi operasi. Semua harus dikoordinasikan dengan baik, baik itu data meteorologi/cuaca untuk keperluan rencana operasi pendahuluan yang meliputi sypnotik, route pesawat udara, keadaan meteorologi di bandara, angin dan suhu lapisan atas sepanjang route penerbangan. Arah dan kecepatan angin, jarak penglihatan, keadaan cuaca, tekanan udara, temperatur serta gejala-gejala meteorogi lainnya yang dianggap perlu. Sehingga dengan kesiapan maksimal sesuai prosedur penerbangan diharapkan operasi penerbangan berhasil tepat pada sasaran dengan lancar dan aman. Demikian diantaranya ditegaskan oleh Komandan Lanud Palembang, Letkol Pnb. Sapuan, S.Sos. saat memimpin breifing sebelum dilaksanakan operasi udara TMC dan water booming terkait dengan bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melanda wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) di Base Ops Lanud Palembang, Rabu (22/10).

Bencana asap yang melanda sebagian besar wilayah Sumsel seperti terjadi di beberapa wilayah Indonesia akibat dari kebakaran hutan, lahan perkebunan dan gambut di musim kemarau, pemerintah pusat dan daerah melalui BNPB, BPBD dan BPPT bekerjasama dengan instansi-instansi terkait terus berupaya melakukan penanggulangan.

Baca juga:  Danlanud Adisutjipto Terima Panitia FKY

Dari pantauan udara yang dilakukan beberapa bulan terakhir di wilayah Sumsel banyak terdapat titik api sehingga bencana asap tidak bisa terhindarkan melanda sebagian besar wilayah yang selain mengganggu kesehatan juga berdampak pada operasional penerbangan Bandara Int’l Sultan Mahmud Badarudin II Palembang yang terpaksa harus menunda keberangkatan maupun kedatangan pesawat.

Hingga pertengahan bulan oktober ini penanggulangan kebakaran dan asap terus dilakukan baik melalui darat maupun udara. Beberapa pesawat helicopter dikerahkan untuk melakukan water boombing di titik-titik api. Sementara BPPT dan TNI AU dengan pesawat C-130 Hercules serta pesawat Casa 212-200-PK.PCT milik Pelita Air melakukan TMC (Teknologi Modifikasi Cuaca) menebar garam melalui udara di wilayah Sumsel untuk membuat hujan buatan dengan harapan bencana asap akibat kebakaran akan segera berakhir dan langit Bumi Sriwijaya yang beberapa bulan memerah kembali cerah. (Pentak Lanud palembang).

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel