Berita

BUDAYA BELAJAR SEBAGAI PERILAKU KERJA

Dibaca: 3 Oleh 27 Mei 2010Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Dalam meningkatkan pengetahuan diperlukan proses belajar yang terus menerus sehingga belajar dapat dijadikan sebagai bagian dari perilaku kerja. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kemampuan daya saing sumber daya manusia. Demikian salah satu penekanan Komandan Pangkalan TNI AU Sulaiman Kolonel Pnb Gutomo,S.I.P yang sambutannya dibacakan Kadisops Lanud Sulaiman Letkol Lek I Wayan Mahendradata,S.T sebagai Irup pada upacara pembukaan pendidikan sejursarta monponlek angkatan ke-5, monrad angkatan ke-13, dan monavi angkatan ke-10 di lapangan apel staf II Lanud Sulaiman.  Kamis, (27/5). 

”Para siswa akan menempuh pola pendidikan yang padat dengan kegiatan akademik, menuju proses pengembangan diri, yang diharapkan mampu memiliki kesamaan wawasan, visi, presepsi, dan interprestasi dalam upaya meningkatkan kemampuan menuju prajurit yang professional,” ucap Kadisops di awal sambutan Komandan Lanud Sulaiman. 

Selanjutnya Danlanud berpesan agar para siswa jangan bosan untuk terus belajar dan berlatih, “budayakanlah dalam melihat, membaca, dan bertindak dengan tetap berpijak pada nilai sapta marga dan sumpah prajurit,” demikian ditegaskannya lebih lanjut. 

Baca juga:  Kolonel Pnb Hikmat Karsanegara Jabat Aspers Kas Koopsau II

Danlanud pun menghimbau agar para siswa menyadari bahwa pendidikan yang diikuti adalah untuk membentuk dan membina para siswa. Setelah lulus pendidikan para siswa diharapkan memiliki kemampuan tertentu, yaitu mampu mengamalkan disiplin prajurit, mengubah sikap dan perilaku menjadi lebih baik, dan memiliki kesemaptaan jasmani yang prima. Lebih lanjut Danlanud menyatakan bahwa melalui pendidikan kepribadian siswa ditingkatkan menjadi prajurit TNI Angkatan Udara yang mempunyai motivasi, dedikasi, dan mental baja. Sehingga mampu menjawab segala tantangan dan hambatan. ” Selain itu diharapkan kelak mempunyai keahlian dalam bidang masing-masing yang disertai akan rasa tanggung jawab yang tinggi, dan rasa memiliki sehingga dapat tercipta postur prajurit yang professional, efektif, efisien, dan modern,” kata Danlanud. 

Diujung sambutannya, Danlanud memberikan motivasi bahwa para siswa bila mampu melaksanakan tugas dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab berarti para siswa dikategorikan sebagai prajurit yang kredibel dan mempunyai kemampuan “nilai jual” yang tinggi sehingga akan mampu memberikan yang terbaik bagi kemajuan TNI Angkatan Udara. 

Baca juga:  6 CASIS TAMTAMA LANUD WIRIADINATA IKUTI TES PUSAT

Sejumlah 25 siswa sekolah kejuruan dasar tamtama montir telepon teleks angkatan ke-5 (sejursarta monponlek), akan menempuh pendidikan di skadron pendidikan (Skadik) 202 selama empat bulan. Dua puluh siswa montir radio angkatan ke-13 (sejursarta monrad) dengan tempat pendidikan yang sama bersekolah selama lima bulan. Sedangkan 20 siswa sejursarta montir avionik (monavi) angkatan ke-13 menempuh pendidikan di skadik 203 selama lima bulan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel