Berita

Budaya Safety Tidak Dapat Ditawar

Dibaca: 3 Oleh 23 Mei 2010Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

Pen Adi. Tekad bersama untuk menuju “the first class air force” harus dapat menjadi dorongan dan semangat perubahan menuju kondisi yang lebih baik. Tanpa perubahan yang dilakukan, maka tidak pernah akan mencapai hasil yang optimal. Demikian penekanan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat, S.IP yang disampaikan dalam sambutan tertulis Upacara 17-an yang dibacakan oleh Komandan Pangkalan Udara Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Hadiyan Sumintaatmadja di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Senin (17/5).

 

Kepala Staf AU mengingatkan untuk dapat membangun kemampuan dan kekuatan TNI Angkatan Udara yang kuat tidaklah mudah karena memerlukan dukungan dana yang tidak sedikit. Di samping itu, lanjut Kepala Staf AU tingginya tingkat ketergantungan teknologi menjadi salah satu penyebab tersendatnya upaya pembangunan Angkatan Udara ke depan.

 

Namun demikian Kepala Staf AU yakin dengan profesionalisme Sumber Daya Manusia di bidang tugas masing-masing dan semangat perubahan yang terus dibangun, visi dan misi TNI Angakatan Udara tersebut akan terwujud.

Baca juga:  Danlanud Adisutjipto bekali Wara jelang tupdik.

 

Dalam kesempatan yang sama Kepala Staf AU juga menyampaikan cita-cita menuju “Zero Accident” di tahun 2010. Menurutnya kunci sukses menuju kondisi “Zero Accident” sangat tergantung pada tingkat kepedulian dan kepekaan setiap personel TNI AU terhadap potensi yang dapat menjadi sumber penyebab terjadinya kecelakaan. “Untuk menuju zero accident, pembangunan budaya safety di lingkungan penugasan merupakan hal yang tidak dapat ditawar oleh seluruh jajaran personel TNI AU,” tegas Kepala Staf AU.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel