Berita

Cegah Covid-19 Pangkoopsau I Paparkan Instruksi Presiden dan Penekanan Panglima TNI

Dibaca: 35 Oleh 11 Agu 2020Tidak ada komentar
Cegah Covid-19 Pangkoopsau I Paparkan Instruksi Presiden dan Penekanan Panglima TNI
#TNIAU 

TNI AU. Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara I Marsda TNI Ir. Tri Bowo Budi Santoso, M.M., M.Tr(Han)., melalui vicon paparkan intruksi Presiden No.6 Th.2020 dan penekanan Panglima TNI pada rapat evaluasi operasi penanganan Covid-19 dan penegakan disiplin protokol kesehatan ke seluruh jajaran Koopsau I, tempat di Ruang Yudha Koopsau I, Senin (10/8/2020).

Turut hadir Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, S.T., M.M., Danwing 6 Kolonel Pnb Setiawan, Kadisops Kolonel Pnb Dedy Supriyanto, S.M., Kadispers Letkol Adm Fauzan Zuhdi dan Kadislog Kolonel Tek Dwi Wihananto, S.E., serta pejabat lainya, tempat di Ruang BCDSA Wing 6 Lanud Roesmin Nurjadin.

Pangkoopsau I Marsda TNI Tri Bowo Santoso menjelaskan dalam paparannya bahwa, berdasarkan intruksi Presiden No.6 tahun 2020, mengambil langkah yang diperlukan sesuai tugas fungsi dan kewenangan masing-masing dalam menjamin kepastian hukum memperkuat upaya dan meningkatkan efektivitas pencegahan dan pengendalian Covid-19 di seluruh daerah provinsi serta kabupaten kota di Indonesia, Panglima TNI untuk memberikan dukungan kepada Gubernur, Bupati, Walikota dengan mengerahkan kekuatan TNI untuk pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan, bersama Kapolri instansi lain secara terpadu dengan Pemda kegiatan patroli penerapan protokol kesehatan di masyarakat dan melakukan pembinaan. masyarakat agar berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid19 kemudian Panglima TNI menekankan pada rapat evaluasi operasi penanganan Covid-19.

Baca juga:  Suspa GCI dan FCIC Praktek Familiarisasi di Lanud Iswahjudi

“Penekanan Panglima TNI pada rapat vicon evaluasi operasi penanganan Covid-19 dan penegakan disiplin protokol kesehatan, Waspadai situasi perekonomian karena sudah beberapa negara yang mengalami kristis ekonomi sesuai prediksi Who dampaknya akan berlangsung cukup lama, miliki sense of crisis yang tinggi, melakukan tindakan extra ordinary untuk hadapi situasi yang extra ordinary saat ini,” kata Tri Bowo.

Selanjutnya orang no.1 jajaran Koopsau I mengatakan, Panglima TNI menekankan, TNI harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam pelaksanaan disiplin karena sejak awal Penanganan dan upaya pendisiplinan TNI merupakan tumpuan utama pemerintah, perhatian bangsit di daerah masing-masing karena adanya klaster baru yang berasal dari perkantoran, hal ini telah meningkatkan angka kasus positif di Jakarta.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menjelaskan,  prajurit di lapangan harus dilengkapi dengan pelindung diri sesuai kebutuhan, bekali masker cadangan (ganti tiap 4 jam sekali), jangan biarkan mereka bertugas selama 6 jam di bawah terik matahari dengan masker yang sama sepanjang hari.

“Untuk satuan yang ada lembaga pendidikan, telah dikeluarkan pedoman: dapat melaksanakan pendidikan jarak jauh secara online, namun bila tidak memungkinkan, pastikan dan awasi protokol kesehatan terlaksana dengan baik untuk menghindari terjadinya kelas terbaru di lingkungan TNI, para Komandan satuan melaksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan forkopimda dan komponen lainnya untuk merumuskan implementasi intruksi presiden di wilayah masing-masing,” ujar Pangkoopsau I.

Baca juga:  Wara Lanud Iwj Terima Ceramah Tim Bintal Terpadu

“Gunakan pendekatan berbasis kearifan lokal dan libatkan tokoh agama, tokoh adat tokoh, pemuda dan tokoh masyarakat lainnya agar implementasi Inpres dapat diterima dan mendapat sambutan positif di tengah masyarakat, intensifkan komsos dalam rangka pembinaan masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan pengendalian pandemi covid-19,”kata Panglima TNI

Selanjutnya Pangkoopsau I kembali memaparkan penekanan Panglima TNI, laksanakan evaluasi kekurangan dan kelebihan pelaksanaan operasi pendisiplinan diwilayah masing-masing secara berkala sehingga pelaksana operasi selanjutnya lebih nyata menekan laju angka penularan yang pada akhirnya menekan pandemi, dengan masyarakat yang telah beradaptasi dengan kebiasaan baru, disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan masyarakat lebih dapat produktif dan pada akhirnya dan memulihkan kembali kondisi perekonomian nasional.

Selanjutnya nara sumber Johnny Chandra sebagai Fungsionaris Pelestariaan Lingkungan Yayasan Budha Tzu Chi mengatakan, eco enzyme atau eko enzim adalah sebuah enzim yang dihasilkan dari proses fermentasi kulit buah dan sayur dari sisa limbah rumah tangga (dapur) yang difermentasi dengan memakai gula dan air. Pemakaian bahan2 kulit buah dan sayur adalah juga agar sampah organik tersebut tidak terbuang ke TPA. Yang mana bahan organik ini akan menghasilkan Gas Metane yang mana meningkatkan global warming.

Johnny Chandrina mengatakan, selain tujuan utama adalah membantu bumi, banyak manfaat juga didapat dari pemakaian eko enzim ini. Misalnya untuk keperluan rumah tangga, dengan dicampur air maka bisa dipakai sebagai pencuci sayur dan buah, pel lantai, sabun cuci piring, sabun mandi, sampo, membersihkan lemak dan bercak, pembersih udara, menghilangkan bau ruangan, pemutih pakaian dll.

Baca juga:  Tanamkan Cinta Dirgantara, Puluhan Murid TK Kunjungi Lanud Roesmin Nurjadin

“Bermanfaat untuk kesehatan, bisa buat mengobati sariawan, mengobati luka, detox, juga bermanfaat untuk air, udara dan tanah, dimana bisa dijadikan pupuk tanaman juga, dari begitu banyak manfaat tentu kita akan lebih irit biaya untuk keperluan rumah tangga,” ujar Johnny.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel