Berita

Cegah Terjangkit DBD Lanud Padang Lakukan Fogging

Dibaca: 8 Oleh 24 Okt 2014Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Demam berdarah dengue (DBD) merupakan ancaman bagi keluarga di Indonesia, di mana anak-anak sangat rentan sekali terkena penyakit ini. DBD telah menyerang jutaan orang dewasa serta anak-anak hingga membuat Indonesia sebagai negara kedua dengan kasus DBD tertinggi di dunia. Untuk mencegah berkembangya DBD tersebut kesehatan Lanud Padang melaksanakan fogging atau pengkabutan di sekitar area kantor dan komplek Mako Lanud Padang Sumatera barat Kamis (23/10) .

Metode ini yang sering digunakan dalam pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (DBD) memilih lokasi disemprot di anggap rawan terjangkitnya penyakit ini dengan insektisida menggunakan mesin. Menurut Danlanud Padang Ltk Pnb Mohammad Apon mengatakan, kegiatan fogging atau pengkabutan dimaksudkan sebagai salah satu cara untuk mencegah DBD.

Oleh karena itu, kita berusaha untuk menekankan pentingnya upaya pencegahan demi menghindari anak dan keluarga kita terkena DBD. Meski DBD dianggap penyakit mematikan yang mudah untuk disembuhkan, tindakan preventif adalah fokus utama demi menghapus DBD di Kota Padang jelasnya.

Baca juga:  Lanud Smh Latihan Menembak Senjata Laras Panjang SS1

Pelaksaan fogging hari ini di lakukan dengan area yang di duga sebagai sarang nyamuk seperti, perkantoran, komplek, mess dan pos jaga. Selain itu dalam pelaksanaan fogging ini merupakan hasil kerjasama Kesehatan Lanud Padang dengan Dinas Kesehatan Pemko Padang.

Kegiatan ini sebaiknya tidak dilakukan per kasus, seperti yang kerap dilakukan saat ini. Fogging juga sebaiknya dilakukan dalam jarak 100 meter di sekeliling tempat tinggal penderita DBD. Hal ini dikarenakan, 100 meter adalah jarak optimal bagi nyamuk DBD untuk berpindah tempat.

Rumah dalam radius 100 meter berpeluang besar terkena virus DBD. Radius 100 meter adalah ketentuan bila hanya terdapat satu korban. Jika korban lebih dari 3 makan radius bertambah lebih dari 100 meter.

Penyemprotan harus memperhatikan dosis yang tercatat dalam standar operasional. Bila insektisida terlalu sedikit, maka penyemprotan tidak memberikan hasil maksimal dan hanya meninggalkan bau minyak tanah yang mengganggu kenyamanan. Dosis yang tepat juga dikhawatirkan membuat nyamuk resisten insektisida.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel