Berita

Ceramah Dispotdirga Bidang Bakti TNI

Dibaca: 44 Oleh 16 Mei 2010Tidak ada komentar
c130 hercules indonesian air force approaching
#TNIAU 

Bagi bangsa Indonesia yang berdiam dalam sebuah negara kepulauan terbesar di dunia dengan letak yang strategis bila ditinjau dari berbagai aspek kehidupan, maka kekuatan udara menjadi hal yang harus dikelola dengan baik bersama aspek-aspek kehidupan lain. Menyadari eksistensi ruang dan dirgantara nasional sebagai wilayah kedaulatan dan sekaligus wilayah kelangsungan hidup bangsa, maka segenap komponen pertahanan negara khususnya yang berkecimpung dengan matra udara, harus merasa terpanggil untuk senantiasa mewujudkan suatu National Air Power yang handal, guna menghadapi ancaman melalui udara dan memanfaatkan wilayah udara nasional untuk kesejahteraan bangsa.

 

Demikian sambutan Komandan Lanud Husein Sastranegara, Kolonel Pnb Iman Sudrajat, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Personel Letkol Adm Prabowo, pada acara sosialisasi atau Ceramah Dispotdirga Bidang Bakti TNI, Kamis (3/9). Untuk membangun kemampuan National Air Power yang diinginkan tentunya tidak bisa dalam waktu sekejap. Di samping itu juga perlu dipahami, tugas dan kewajiban untuk melaksanakan pertahanan negara di udara, bukan hanya tanggung jawab TNI dalam hal ini Angkatan Udara, melainkan menjadi hak dan kewajiban segenap warga negara Indonesia.

Baca juga:  PEMUTAHIRAN DATA DI LANUD ADI SOEMARMO

 

Bertempat di Graha Antariksa Lanud Husein Sastranegara, ceramah yang berlangsung kurang lebih dua jam ini disampaikan secara lugas oleh Kolonel Pnb Hariyanto Afif, yang sekaligus juga sebagai Kasubdis Bidang Bakti TNI Dispotdirga Mabes TNI AU. Dalam ceramahnya, beliau memaparkan konsepsi Binpotdirga yang bertujuan untuk mewujudkan potensi nasional aspek kedirgantaraan menjadi kekuatan yang dapat membantu dan memperkuat komponen utama pertahanan negara di dirgantara. Dengan sasaran khusus yang ingin dicapai adalah meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam bela negara, meningkatnya kemanunggalan TNI AU – rakyat, dan meningkatnya minat dirgantara.

 

Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa penyelenggaraan pembinaan potensi dirgantara adalah penyiapan kekuatan dan kemampuan kewilayahan dalam rangka mewujudkan ruang, alat, dan kondisi juang yang tangguh di bidang dirgantara, serta menyiapkan kekuatan dan kemampuan komponen cadangan dan komponen pendukung sebagai kekuatan pengganda komponen utama matra udara melalui pembinaan minat dirgantara dan pembinaan potensi dirgantara. Pembinaan potensi dirgantara menjadi suatu kekuatan pertahanan negara merupakan transformasi yang menyangkut baik secara fisik dan non fisik serta status hukumnya. Oleh karena itu diperlukan suatu proses yang cukup panjang, baik dari status hukum serta kepedulian dan kesadaran segenap pihak untuk mendukung secara sadar akan pentingnya pertahanan negara di dirgantara sejalan dengan kepentingan kesejahteraan.

Baca juga:  LOMBA MEWARNAI DI LANUD SUPADIO

 

“Inti dari diadakannya sosialisasi binpotdirga adalah menarik minat masyarakat terhadap kedirgantaraan, yang upayanya dapat dilakukan antara lain melalui karya bakti ke wilayah yang relatif jauh dari kota, sehingga minat kedirgantaraan dapat merata ke semua daerah”, himbau Kolonel Pnb Hariyanto Afif. Mengingat besarnya “ruang” kedirgantaraan untuk itu diperlukan kerja sama semua pihak agar pembinaan ini dapat berhasil optimal dan berjalan secara berkesinambungan.

 

Acara ceramah binpotdirga bidang bakti TNI didahului dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dihadiri kurang lebih 300 personel yang berasal dari berbagai kesatuan yaitu Lanud Husein Sastranegara, Wingdiktekkal, Lafiau, Sesa Lanud Hsn, Depohar 10, Dislitbangau, dan Koharmatau. Di akhir ceramah Kadispers menerima penyerahan naskah binpotdirga dari Kolonel Pnb Hariyanto Afif untuk diteruskan kepada Danlanud Hsn dan seluruh jajarannya. Lagu Padamu Negeri mengakhiri ceramah atau sosialisasi binpotdirga di Lanud Husein Sastranegara. Semoga TNI AU tetap dapat mengembangkan sayapnya sehingga ketahanan negara dapat diwujudkan secara harmonis.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel