Berita

Ceramah Kepemimpinan Prof. Dr. Mahfud, MD, S.H., S.U kepada Karbol AAU

Dibaca: 101 Oleh 28 Mei 2013Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Untuk menjadi seorang pemimpin yang berintegritas, banyak faktor yang harus dipenuhi oleh seorang calon pemimpin. Untuk menyiapkan calon pemimpin yang berkualitas serta berintegritas inilah Akademi Angkatan Udara (AAU) mengundang Prof. Dr. M. Mahfud MD, S.H., S.U., untuk memberikan pencerahan kepada para Karbol Tingkat IV AAU yang sebentar lagi akan menyelesaikan masa pendidikan mereka, Selasa (28/5).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang VIP Mako AAU ini selain diikuti oleh 108 orang Karbol Tingkat IV AAU, turut dihadiri oleh Gubernur AAU Marsda TNI Tabri Santoso, S.IP, Wagub AAU Marsma TNI Iman Sudrajat, SE serta para pejabat dan dosen AAU.

“Atas nama segenap warga civitas akademika Akademi Angkatan Udara (AAU), kami mengucapkan Selamat Datang di Ksatrian AAU kepada Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD,S.H.,S.U., teriring ucapan terima kasih banyak atas kesediaan Profesor berkenan memberikan pembekalan kepada Karbol Tingkat IV pada hari ini”, ujar Gubernur AAU dalam pengantarnya.

Lebih lanjut ditambahkan oleh Gubernur bahwa dengan adanya ceramah Kepemimpinan ini akan mampu memberikan bekal serta wawasan kepada para Karbol sebelum mereka bertugas di satuannya masing-masing nanti.

Baca juga:  KANYA BHAKTI SAKTI SEJATI

Di bagian awal ceramahnya Prof. Dr. M. Mahfud MD, S.H., S.U menyampaikan banyak yang mengatakan bahwa salah satu penyebab makin memburuknya situasi bangsa dan negara ialah karena krisis kepemimpinan di berbagai level. Dengan kata lain, parahnya krisis bangsa kita hari ini lebih dikarenakan oleh lemahnya kepemimpinan pada semua level saat ini.

“Dalam pandangan saya, krisis kepemimpinan yang kita alami saat ini karena kita melupakan atau tak peduli lagi bahwa sesungguhnya Pancasila telah memberikan rambu-rambu seperti apa seharusnya pemimpin itu”, lanjutnya

“Jika ditelaah, nilai-nilai luhur dalam Pancasila itu menggariskan bahwa kepemimpinan harus berorientasi membawa masyarakat dalam kesadaran berbangsa dan bernegara berdasarkan Pancasila dan UUD 1945”

Ketua Mahkamah Konsitusi RI periode 2008-2013 ini pun mengatakan dalam penerapannya, filosofi kepemimpinan Pancasila dipraktikkan melalui konsep kepemimpinan Hasta Brata, sebagaimana yang dulu dipraktikkan Soekarno dan juga Soeharto semasa memimpin republik ini.

“Di samping itu, ada pula dipraktikkan konsep kepemimpinan seperti yang diajarkan Ki Hadjar Dewantara. Keduanya itu sering disebut sebagai konsep kepemimpinan yang digali dari bumi sendiri sehingga khas dan asli Indonesia”, tambahnya

Baca juga:  Lanud Adisutjipto Sosialisasikan SMA Pradita Dirgantara di 34 SMP Unggulan di Yogyakarta

Dari kedua konsepsi kepemimpinan Pancasila itu sangat jelas tersirat mengenai nilai-nilai dan karakter yang semestinya dimiliki para pemimpin. Karena itu, kepemimpinan yang baik, kredibel dan berintegritas, lebih merupakan hasil proses pengembangan moral-spiritual Pancasila, sehingga pemimpin adalah manusia berjiwa besar, berpandangan visioner dan universal, tidak egois, dan tidak mementingkan diri sendiri atau kelompok.

Di bagian lain, Prof. Dr. Mahfud, MD, S.H.,S.U mengemukakan bahwa kurang lebih satu dasawarsa setelah masa reformasi, dapat dikatakan bahwa kita memiliki krisis kepemimpinan,dimana demokrasi diwarnai perilaku elit yang hanya berorientasi dan memikirkan kekuasaan belaka.

“Krisis kepemimpinan nasional kita dapat diakhiri manakala para pemimpin kembali kepada khittah Pancasila yang menuntunkan kepemimpinan berlandaskan gagasan gotong royong dan semangat kekeluargaan”, jelasnya.

Menurut Ketua Ikatan Alumni UII ini pemimpin yang berintegritas itu hendaknya kembali pada metafora warna bendera kita: merah dan putih. Kepemimpinan dan pemimpin haruslah mengekspresikan warna merah yang berarti berani sekaligus warna putih yang berarti bersih. Kepemimpinan yang berani kalau tidak bersih akan berbahaya, tetapi kepemimpinan yang bersih kalau tidak disertai keberanian dapat dipastikan tidak akan efektif.

Baca juga:  Upacara Serah Terima Jabatan Kadisops lanud Maimun Saleh.

“Kelebihan dan kekurangan pasti dimiliki masing-masing pemimpin, namun yang jelas, pemimpin yang kita butuhkan dan hendak kita wujudkan bukan hanya pemimpin yang populer, akseptabel, dan elektabel melainkan harus visioner, bermoral, dan berintegritas sehingga mampu menjalankan kepemimpinannya sesuai dengan nilai-nilai Pancasila”, pungkas Prof. Dr. M. Mahfud MD., SH., SU., di akhir ceramahnya.

Tak ketinggalan Prof. Dr. M. Mahfud MD., SH., SU., pun berpesan kepada para Karbol untuk terus berjuang dan berkarya melalui TNI Angkatan Udara demi kemajuan bangsa dan negara ini

Antusiasme para Karbol dalam mengikuti kegiatan ini terlihat tinggi, ini dibuktikan dengan banyaknya pertanyaan yang diutarakan kepada Prof. Dr. M. Mahfud MD., SH., SU., ketika sesi tanya jawab berlangsung.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini pun diakhiri dengan pemberian cinderamata oleh Gubernur AAU.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel