Berita

Ceramah Kesehatan Tinjauan Medis Akibat Seks Bebas IMS dan HIV AIDS

Ceramah Kesehatan Tinjauan Medis Akibat Seks Bebas IMS dan HIV AIDS
#TNIAU 

TNI AU. Bertempat di Gedung Balai Prajurit RA Wiriadinata Korpaskhas digelar Ceramah Kesehatan Tinjauan Medis Akibat Seks Bebas (IMS dan HIV AIDS) Terhadap Ketahanan Bangsa dengan narasumber dr. Dewi Inong Irana, Sp.KK FINSDV, FAADV., Kamis (26/9).

Komandan Korpaskhas Marsekal Muda TNI Eris Widodo Yuliastono, S.E., M.Tr. (Han)., dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Komandan Korpaskhas Marsekal Pertama TNI Taspin Hasan, S.A.P., M.Si. (Han) menyampaikan “pahami secara seksama materi yang akan disampaikan oleh narasumber, mengingat peran kita sebagai anggota TNI  Angkatan Udara dan selaku orang tua dalam rumah tangga maka perlu kiranya kita mengetahui informasi pengaruh akibat seks bebas (IMS dan HIV AIDS) terhadap ketahanan Bangsa yang turut mengancam generasi penerus Bangsa”. Ujar Komandan dalam  sambutannya.

“Saya berharap melalui kegiatan ceramah ini, kita dapat mencegah dan mewaspadainya, agar jangan sampai kita tidak memahami akan bahaya seks bebas serta pengaruhnya terhadap anak-anak kita. Karenanya, marilah kita bentengi diri dan anggota keluarga kita dengan iman dan taqwa agar terhindar dari segala pengaruh seks bebas tersebut,“ Imbuh Komandan dalam sambutannya.

Beberapa hal yang disampaikan dari ceramah dr Dewi Inong, Sp.KK., tentang tinjauan medis akibat seks bebas (IMS dan HIV/ AIDS) adalah mengenai hubungan seks bebas lawan jenis maupun sesama jenis  adalah bagian dari proxy war dan lebih mengerikan  dibandingkan dengan narkoba. Munculnya  Sarkoma Kaposi yang diakibatkan oleh penyimpangan perilaku seksual sudah merambah ke Indonesia, kasus ini pertama kali ditemukan di Kota Serang, Banten.

“Sarkoma Kaposi adalah kanker yang berkembang dari jaringan di sekitar pembuluh darah dan pembuluh limfa. Penyakit mematikan ini terbentuk dari hasil pertemuan antara HIV, sistem imun yang melemah, dan virus herpes manusia (HHV-8). Penyakit ini biasanya muncul sebagai jaringan abnormal yang tumbuh dibawah kulit, di sepanjang mulut, hidung, dan tenggorokan atau dalam organ tubuh lainnya. Penyakit ini dulu muncul pada penderita HIV yang tidak diobati, namun sekarang muncul di kalangan LSL (Lelaki seks dengan Lelaki) dengan hasil pemeriksaan HIV yg negatif, virus tersebut telah bermutasi dan hidup di dalam tubuh para LSL. Kondom yg dulu dikatakan cukup aman ternyata  hanya mampu mengurangi risiko infeksi HIV  26%, karena pori-pori kondom lebih besar dari virus HIV sehingga virus HIV dapat melewati kondom, untuk mencegah penyakit yang mengerikan ini saya berpesan agar  para prajurit dapat menjadi pasangan yang setia dimanapun bertugas,” tambah dr Dewi Inong.

Hadir pada kegiatan ceramah tersebut, Danpusdiklat Paskhas, para Pejabat Korpaskhas, Kakes Korpaskhas, anggota Mako Korpaskhas dan Pusdiklat Paskhas baik Perwira, Bintara, Tamtama, serta PNS dan anggota PIA Ardhya Garini Gab. IV Korpaskhas  beserta jajaran.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel