Berita

Ceramah Lambangja di Lanud Sjamsudin Noor

Dibaca: 7 Oleh 08 Jul 2011Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

“Zerro Accident” adalah tujuan yang sangat sulit dicapai karena kekhilafan merupakan sifat manusia, akan tetapi “Zero Accident” merupakan suatu tujuan yang dapat dicapai dalam suatu dekade bila didukung dengan program Safety/Lambangja secara berkelanjutan. Oleh karenanya program Safety wajib dilaksanakan bahkan harus menjadi prioritas utama guna mewujudkan Zero Accident di setiap jajaran TNI AU. Berkaitan dengan hal tersebut, untuk memperkecil bahaya keselamatan dalam terbang dan keselamatan bekerja serta untuk lebih memaksimalkan fungsi Lambangja demi terwujudnya “Zero Accident” dalam setiap pelaksanaan tugas, Kadislambangjaau yang diwakilkan oleh Kaunit Lablaikmad Lambangja Subdisbin Lambangja Dislambangjaau Jakarta Kapten Tek Ubaidillah, merasa perlu untuk mengadakan sosialisasi guna mencapai “Zero Accident” di Lanud Sjamsudin Noor, guna memberikan pembekalan tentang Lambangja bertempat di ruang Rekreasi Lanud Sam, Kamis (7/7).

Dalam ceramahnya yang disampaikan oleh Kapten Tek Ubaidillah, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Dislambangjaau dalam memberikan pengantar, pencerahan tentang Lambangja di setiap jajaran TNI AU, agar tugas-tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan dapat mencapai serta mempertahankan Zero Accident.

Sementara itu Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Letkol Pnb Mokh. Mukson pada kesempatan tersebut mengucapkan selamat datang sekaligus bangga serta dengan tangan terbuka menerima kunjungan kerja Kapten Tek Ubaidillah yang sudi kiranya berkenan memberikan ceramah tentang Lambangja di Lanud Sam. Danlanud Sam mengatakan bahwa sebagai seorang prajurit TNI AU sudah seharusnya menjadikan “Safety”/Keselamatan Terbang dan Kerja sebagai satu nafas dalam setiap pelaksanaan tugas, karena budaya Safety menghendaki adanya kesadaran, kebiasaan dan ketulusan setiap individu dalam melaksanakan tugas tanpa adanya instruksi khusus dari pimpinan. Maka dari itu sangatlah perlu diadakan ceramah tentang lambangja ini karena anggota TNI AU khususnya yang ada di Lanud Sjamsudin Noor ini akan mendapat wawasan baru serta penyegaran dan bekal pengetahuan tentang keselamatan terbang dan kerja.

Baca juga:  SENKOM LANUD ABD SIBUK PASANG INTERNET

Danlanud Sam juga juga mengatakan bahwa keselamatan penerbangan dan kerja dalam lingkup tugas TNI AU bukan hal baru lagi, tetapi sudah menjadi prioritas pertama dan utama dalam melaksanakan tugas pokok sehari-hari. Kecelakaan penerbangan dan kerja telah menimbulkan kerugian yang tidak sedikit di bidang peralatan/materiil maupun personel serta menelan biaya besar yang sukar tergantikan dalam waktu yang relatif singkat. Keselamatan penerbangan dan kerja bagi TNI AU mengandung pengertian pembinaan kemampuan tempur. Terwujudnya Zero Accident merupakan realisasi keberhasilan kita dalam melaksanakan tugas, untuk itu kondisi aman dan selamat dalam setiap pelaksanaan tugas harus menjadi prioritas utama.

Selaku Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Letkol Pnb Mokh. Mukhson mengharapkan kepada seluruh anggota Lanud Sam agar melalui ceramah lambangja seperti ini, para personel dapat menyimak, memahami dan memberikan wawasan lebih luas akan arti dan pentingnya lambangja di lingkungan kerja, karena keselamatan terbang dan kerja memegang peranan yang sangat penting dalam pencapaian Zero Accident, untuk itu tindakan preventif dari personel lambangja sangat diharapkan guna mewujudkan tingkat keselamatan yang tinggi dalam pendayagunaan setiap sistem. “kepada seluruh anggota Lanud Sjamsudin Noor agar tidak malu-malu untuk bertanya, karena dimanapun dan kapanpun kita dalam bertindak harus selalu memperhatikan keselamatan”, himbau Danlanud.

Baca juga:  KLOTER JAMAAH HAJI KABUPATEN BANDUNG TIBA DI LANUD SULAIMAN

Pada kesempatan itu pula dalam ceramahnya Kapten Tek Ubaidillah juga memberikan contoh-contoh yang berbahaya dalam keselamatan kerja pada tampilan slide proyektor, seperti misalnya : merokok tidak pada tempatnya, tidak menggunakan pengamanan bila bekerja dalam tempat ketinggian, melaksanakan pengecekan landasan guna pendaratan pesawat, dan lain sebagainya. Selain itu pula pada ceramahnya beliau mengingatkan didepan para anggota Lanud Sam bahwa keberadaan seksi Lambangja tidak hanya mengawasi kerja melainkan keselamatan kerja menjadi tanggung jawab bersama dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Mengingat tibanya masuk musim kemarau diwilayah Kalimantan maka tidak bosan-bosannya mengharapkan kepada seluruh anggota Lanud Sam agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, pastikan rokok sudah mati dan aman, serta tidak membakar-bakar sampah tanpa pengawasan karena dapat dengan mudah mejalar kemana-mana mengingat wilayah Kalimantan ini sangat rawan sekali akan kebakaran hutan.

Diakhir ceramahnya Kapten Tek Ubaidillah juga memaparkan faktor-faktor penyebab kecelakaan terbang dan kerja adalah “5 M” : Manusia, Material, Media, Misi/Mission, Manajemen. Selain itu juga menjelaskan tentang tindakan dalam Emergency Response Plan, yaitu:

  • – Menyelamatkan dan melindungi nyawa
  • – Memenej resiko dari kerusakan atau korban.
  • – Mendata korban
  • – Melapor pada atasan
  • – Mengadakan operasi pemulihan keadaan.
Baca juga:  Sangat Ketat, Begini Proses Tes Samapta dan Tes Postur Calon Taruna AAU Panda Lanud RHF

Dalam acara tersebut dihadiri oleh seluruh anggota Lanud Sam, baik Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel