TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Ceramah Penanggulangan DBD di Lanud Soewondo

By 06 Mar 2019 Berita
IMG_3067

TNI AU. Dalam rangka Penanggulangan dan Pencegahan terhadap Demam Berdarah Dengue (DBD), Lanud Soewondo melaksanakan ceramah kesehatan di aula Silindung yang diikuti oleh seluruh personel Lanud Soewondo, Rabu (6/3).

Komandan Pangkalan TNI AU Soewondo Kolonel Pnb Dirk Poltje Lengkey, pada acara tersebut dalam sambutannya menyampaikan bahwa, menyikapi perkembangan situasi dewasa ini, banyak hal yang harus kita waspadai tentang berbagai penyakit yang setiap saat dapat menyerang kita dan keluarga yang salah satunya yaitu Demam Berdarah Dengue, oleh sebab itu maka acara ceramah ini sangat penting dilaksanakan dengan tujuan untuk menambah pemahaman dan pengetahuan kita tentang penyakit DBD serta bagaimana upaya kita untuk dapat terhindar dari penyakit tersebut serta penganggulangannya.

Selanjutnya Danlanud mengatakan bahwa, Demam Berdarah Dengue atau DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti. Gejala demam berdarah dimulai sekitar empat sampai sepuluh hari setelah seseorang mendapat gigitan dari nyamuk, pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, gejala demam berdarah yang dialami cenderung lebih parah dibanding dengan orang dewasa. Untuk itu, kita dan keluarga perlu mengetahui perbedaan gejala demam berdarah yang muncul dengan gejala penyakit lain, sehingga tidak mengabaikannya, karena demam berdarah merupakan salah satu penyakit yang dapat berakibat fatal pada kematian jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk lebih baiknya marilah kita dengarkan dan simak dengan seksama penjelasan tentang penyakit demam berdarah serta cara penanggulangan dan pencegahannya yang akan disampaikan oleh staf kesehatan, dan saya minta kepada kita semua agar dapat memanfaatkan kesempatan yang baik ini untuk menanyakan langsung bilamana ada hal-hal yang belum jelas dan kurang dipahami, serta menyampaikan kepada rekan kita yang tidak dapat hadir, juga kepada keluarga dan orang-orang yang kita sayangi, dengan begitu maka tujuan dan sasaran kegiatan ini dapat tercapai dengan baik, kata Danlanud.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi ceramah DBD yang disampaikan oleh Karumkit dr. Abdul Malik Lanud Soewondo Mayor Kes dr Whiko Irwan Destanto, Sp.B yang menyampaikan bahwa melihat fase berkembang biaknya, nyamuk Aedes Aegypti bertelur dan berkembang biak di tempat penampungan air bersih, maka pencegahan dapat dilakukan dengan cara 3 M, yaitu Menguras dan menaburkan abate ke bak mandi, Menutup tempat penampungan air, dan Mengubur benda-benda yang dapat menampung air. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan pencegahan biologi yakni dengan memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, dan pencegahan kimia yaitu dengan pemberian abatisasi pada penampungan air yang sulit dikuras, dan dengan pengasapan atau fogging.

Penanganan pertama pada penderita yang dicurigai DBD yaitu memberikan minum yang banyak kira-kira 2 liter sehari. Saatnya di bawa ke Rumah Sakit untuk mendapat perawatan apabila demam terlalu tinggi, muntah terus menerus, tidak mau minum, kejang, pendarahan hebat, muntah atau berak darah, nyeri pada perut, timbul gejala syok, gelisah atau tidak sadarkan diri, nafas cepat, bibir dan kuku kebiruan, kencing berkurang atau tidak ada sama sekali, kata Karumkit. Usai penyampaian materi dilanjukan dengan tanya jawab.

Pos Terkait

Kirim Komentar/Pertanyaan

Ceramah Penanggulangan DBD di Lanud Soewondo