Berita

Ceramah Undang-undang Perkawinan

Dibaca: 326 Oleh 11 Apr 2013Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

PIA Ardhya Garini cabang 7 D/II Lanud El Tari menyelenggarakan arisan rutin di Gedung Serbaguna Lanud El Tari. Kegiatan arisan ini diikuti oleh seluruh anggota PIA Ardhya Garini cabang 7 D/ II Lanud El Tari, Kompi’’D’’ BS Paskhas Kupang dan warakuwuri. Pada kesempatan ini, ditengah-tengah acara arisan dilaksanakan penyuluhan kepada anggota PIA untuk peka terhadap persoalan yang ada di lingkungan TNI AU dengan titik berat pada pentingnya disiplin dan taat hukum. Ceramah hukum kali ini, membahas tentang UU perkawinan yang disampaikan oleh Kepala Hukum Lanud El Tari Lettu Sus Anggoro Jati. SH, Rabu (10/4).

Sebelum ceramah di mulai, ketua PIA Ardhya Garini Cabang 7 D/II Lanud El Tari Ny. Asiana Eko Dono Indarto, menyampaikan prolognya bahwa ceramah ini bertujuan untuk merefresh kembali dan meningkatkan pengetahuan serta wawasan para ibu –ibu sebagai pendamping suaminya, agar dapat lebih memahami tentang arti pentingnya sebuah perkawinan. Pernikahan/perkawinan adalah sesuatu yang dianggap sakral sebagai salah satu wujud manifestasi dari kasih sayang antara seorang pria dan wanita.

Baca juga:  3 Jabatan Kadis di Depo Pemeliharaan 30 di Serahterimakan

Penceramah menjelaskan tentang Undang-undang perkawinan dalam korelasinya dengan hukum perdata, dimana dalam sebuah perkawinan pasti ada syarat-syarat yang harus terpenuhi dan segala sesuatu yang dapat dijadikan syahnya sebuah perkawinan, yaitu seorang laki-laki hanya diperbolehkan mempunyai satu orang perempuan sebagai istrinya, seorang perempuan hanya boleh menerima satu orang pria sebagai suaminya. Dengan kata lain azas perkawinan sesuai UU Perkawinan tahun 1974 menghendaki adanya kebebasan bersayarat berupa kata sepakat antara kedua calon suami-istri. Kesepakatan kedua calon mempelai diwujudkan dalam bentuk pengorbanan untuk saling mengasihi dan menyayangi satu sama lain, tidak saling menyakiti (KDRT) ataupun mengkhianati. Diharapkan dari hasil perkawinan akan membentuk suatu komunitas sosial terkecil yang bahagia yang dapat dikembangkan dalam kehidupan bertetangga dan bermasyarakat.

Kegiatan arisan diakhiri, dengan pemberian cindera mata sebagai ungkapan terimakasih kepada anggota PIA yang telah aktif mengikuti kegiatan, ditengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga masih mampu menyempatkan diri untuk berkreasi dengan berwirausaha dari ketrampilan yang dimiliki sehingga dapat membantu mendapatkan tambahan penghasilan untuk keluarga. Semoga kreatifitas dari ibu-ibu ini dapat menginspirasi anggota PIA lainnya untuk berbuat yang lebih baik bagi kepentingan keluarganya.

Baca juga:  Lanud Yohanis Kapiyau Timika Sosialisasi SMA Pradita Dirgantara

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel