Berita

Cuaca Menjadi Pertimbangan Matang Terbang Malam

Dibaca: 22 Oleh 21 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Terbang malam merupakan skill yang harus di miliki oleh seorang penerbang. Seorang penerbang harus siap kapanpun apabila kondisi menuntut dia harus terbang. Skadron Udara 21 yang di Komandoi Letkol Pnb Taufik Andriadi, S.Sos. M. Intl. Sy. Beberapa hari terakhir selalu melaksanakan terbang malam.

Semalam (19/7) dan beberapa hari kedepan Lanud Abd saleh terutama Skadron 21 akan melaksanakan terbang malam dengan mengunakan pesawat yang ada baik EMB 0314 Super Tucano, C-130 Hercules dan SAS 212 Cassa. Wilayah yang digunakan latihan area kota Malang. Terbang yang dilaksanakan kemarin merupakan terbang formasi yang dilaksanakan oleh Skradron 21.

Pesawat Super Tucano TT 3112 dengan penerbang Ilham, TT 3116 dengan penerbang Dewa Jaya, TT 3109 dengan penerbang Sandra dan Bimo serta TT 3107 dengan penerbang Sufriadi dan Satriya. Training Formasi ini sangat di butuhkan oleh para penerbang karena saat terbang malam dituntut untuk jeli dan percaya kepada instrument.

“Sebelum melaksanakan terbang malam semua kesiapan fisik maupun materi termasuk pesawat kami siapkan setelah melaksanakan pengecekan dan laporan dari PLLU (pengatur Lalu lintas udara) dan meteo (laporan cuaca) menjadi pertimbangan. Apabila kecepatan udara, jarak pandang dan kesiapan pesawat menjadi pertimbangan layak tidaknya terbang. Dan apabila kondisi memungkinkan kami akan terbang dan apabila tidak memungkinkan kami tunda sampai benar-benar safety”, jelas Mayor Sandra Penerbang Skadron 21.

Baca juga:  PERTANDINGAN BOLA VOLI PUTRA WINGDIKTEKKAL

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel