Berita

DAN LANUD PADANG MENYAMBUT KEDATANGAN MENHAN DI SUMBAR

Dibaca: 4 Oleh 21 Des 2013Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Komandan Lanud Padang Ltk Pnb Handaka, S,sos, MM di menyambut kedatangan rombongan Menteri Pertahanan RI DR. Purnomo Yusgiantoro dalam rangka memperingati Hari Bela Negara di Sumatera Barat Jumat (20/12). Selama kunjungan di Sumbar Menhan melakukan beberapa agenda penting yakni Acara Peringatan Hari Bela Negara dan pembukaan Balap sepeda Tour de Bela Negara serta Peninjauaan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi Kabupaten Lima puluh Kota. Disela-sela kunjungannya Menhan mengatakan Pembangunan Monumen Bela Negara merupakan wujud penghargaan dari sejarah perjuangan masyarakat Sumatera Barat dalam mempertahankan NKRI. Melalui peristiwa ini mari kita bangun kesadaran betapa besar jasa para pejuang kita dalam kondisi dan situasi darurat harus mampu mempertahankan Kemerdekaan yang di kenal dengan masa Pemerintahan Darurat Repu­blik Indonesia (PDRI) jelasnya.

Disisi lain Wakil Gubernur Sumbar Muslim Kasim berharap para pemuda meneruskan cerita hebat tentang Sumbar, yang telah tertulis di dalam sejarah perjuangan masa lalu. Salah satu peran besar pemuda Sum­bar pada masa lalu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kata Muslim Kasim adalah pada masa Pemerintahan Darurat Repu­blik Indonesia (PDRI). ”Koto-tinggi ini adalah saksi perjuangan, bagaimana PDRI memperjuangkan ne­gara saat pulau Jawa telah di­kuasai Belanda. Sehingga pusat pemerintahan Indonesia dipindahkan ke pulau Su­matera, di Kota Bukit­tinggi, lalu dilarikan kembali sampai di Kenagari Koto-tinggi,” kata Muslim Kasim usai jadi inspektur upacara peringatan Hari Bela Negara, di Koto­tinggi, Kabupaten Limapuluh Kota. Ia menambahkan, banyak pejuang dari Sumbar yang berkontribusi besar, berjuang untuk Indonesia. “Ada Bung Hatta, Tuanku Imam Bonjol, Tan Malaka, Agus Salim, Sutan Sjahrir, dan lainnya,” pa­parnya.

Baca juga:  DANYON 465 PASKHAS BRAJAMUSTI MERESMIKAN MONUMEN KOMANDO.

Sementara itu Danlanud Padang menambahkan selama kegiatan Menhan di Sumatera Barat kita telah menyiagakan beberapa personil untuk mendukung operasi penerbangan. Mulai dari kedatangan rombongan di Bandara Internasional Minangkabau menggunakan pesawat Boing A-7305 dari skadron Udara 17 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Selanjutnya rombongan melanjutkan perjalanan di terbangkan dengan Halikopter menuju ke Koto-tinggi Kabupaten Lima puluh Kota dapat berjalan aman dan lancar ujarnya.

Hari Bela Negara yang ditetapkan pada 19 Desember ini adalah hari bersejarah Indonesia untuk memperingati deklarasi Pemerintahan Darurat Republik Indonesia oleh Mr Syafruddin Prawiranegara di Sumatra Barat pada 19 Desember 1948. Keputusan ini ditetapkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melalui Keputusan Presiden No. 28 Tahun 2006, yang menetapkan 19 Desember sebagai Hari Bela Negara.Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) sendiri tercatat dalam sejarah dan merupakan pemerintahan paling singkat di Indonesia yaitu selama 7 bulan dengan rentang waktu mulai 19 Desember 1948 – 13 Juli 1949. Syafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat Menteri Kemakmuran pada Kabinet Presiden Soekarno mendapatkan mandat dari Presiden Soekarno untuk membentuk pemerintahan darurat di Bukit Tinggi, Sumatra Barat.

Baca juga:  Latihan Survival Dasar Lanud Sultan Hasanuddin Berakhir Di Waduk Bili-Bili

Hal ini diperintahkan lantaran kondisi pemerintahan saat itu sangat genting. Karena Yogyakarta sebagai Ibukota RI kembali diduduki oleh Belanda. Ini yang disebut sebagai Agresi Militer Belanda kedua. Di hari yang sama, Presiden Soekarno dan Wakilnya Muhammad Hatta ditawan dan diasingkan di pulau Bangka dan Syafruddin Prawiranegara menjabat sebagai Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia). Turut menyambut kedatangan rombongan Menhan yakni Wagub Sumbar Muslim Kasim, Danlantamal II Teluk Bayur, Danrem 032/Wb, Walikota Padang Fauzi Bahar dan sejumlah pejabat pemprov Sumbar.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel