Berita

DANDEPOHAR 10 JATUHKAN HUKUMAN DISIPLIN

Dibaca: 6 Oleh 21 Sep 2012Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Komandan Depohar 10 Kolonel Tek I. Tryandono selaku pejabat Hakim Disiplin menjatuhkan hukuman ringan kepada salah seorang anggota Bintara DP Depohar 10, dalam Sidang Disiplin yang dilangsungkan di ruang Serba Guna Depohar 10 Lanud Husein Sastranegara, Jum’at (21/9).

Dalam sidang yang disaksikan Kadisbin Depohar 10 Letkol Tek Vidion Nugraho (Pejabat sidang Pencatatan Hukum), Kepala Hukum Lanud Husein S. Mayor Sus Erwin Kristiono (Pembaca Saran Pendapat Hukum ) dan Dansatpom Lanud Husein Mayor Pom Agus Suhandi (Berita Acara Pendapat), para Kabenghar, Perwira dan Bintara Depohar 10, terdakwa melanggar Pasal 5 Ayat 2 Undang-Undang RI Nomor 26 Tahun 1997 tentang Hukum Disiplin Prajurit.

Komandan Depohar 10 Kolonel Tek I. Tryandono dalam arahannya kepada terhukum, mengharapkan bahwa dijatuhkannya hukuman janganlah menyurutkan semangat dan kinerja serta dedikasi terdakwa sebagai seorang prajurit Sapta Marga, “Jadikan hal ini sebagai pengalaman yang paling berharga dalam kehidupan sebagai prajurit, sehingga kedepan bisa lebih baik,” pesannya. Khusus kepada para anggota lainnya, Dandepo juga mengharapkan sidang disiplin ini untuk dijadikan pengalaman sebagai pelajaran, sehingga bisa berhati-hati dalam bersikap, bertindak dan berperilaku sebagai seorang prajurit yang Sapta Marga dan sebagai warga Negara yang baik. “Ada efek jera bagi yang lain untuk tidak berbuat hal yang sama”, tegas Dandepo.

Baca juga:  Peran Serta Puspomau Dalam Kegiatan Donor Darah

Diungkapkannya, pelaksanaan sidang disiplin hanyalah semata-mata untuk kepentingan pembinaan personel khususnya bidang hukum. “Hal ini harus disadari oleh khususnya terhukum dan menjadi pelajaran bagi seluruh anggota jajaran Depohar 10”, jelasnya.

Dandepo mengingatkan penyelesaian pelanggaran dan atau perkara melalui saluran hukum disiplin adalah bukan untuk membuat suatu penderitaan atau pembalasan atas perbuatan yang telah dilakukan, akan tetapi merupakan bentuk tanggung jawab atau konsekuensi terhadap anggota yang telah melakukan pelanggaran. “Adalah untuk memupuk jiwa ksatria, dengan harapan anggota dapat menginsyafi setiap perbuatan sikap dan tingkah laku didasarkan atas pertimbangan yang mendalam, apakah perbuatan, sikap dan tingkah laku kita sudah bena dan disadari betul terhadap apa dampak dari setiap perbuatan yang akan kita lakukan”, jelasnya.

Dandepo mengajak kepada anggotanya untuk senantiasa meningkatkan kesadaran hukum, sebab dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita sering berinteraksi, bersosialisasi dan berhubungan dengan masyarakat umum.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel