Berita

Dankodikau Tutup Pendidikan Kursus Para Dasar Angkatan ke-170

Dibaca: 5 Oleh 30 Sep 2011Tidak ada komentar
IndonesianAF 1
#TNIAU 

Marsekal Muda TNI Bagus Puruhito selaku Komandan Kodikau (Komando Pendidikan TNI AU) menyampaikan bahwa pendidikan kualifikasi khusus para dasar adalah bentuk kegiatan kurikuler yang bersifat pembekalan kualifikasi para sebagai upaya pembinaan potensi dasar dan penanaman jiwa kedirgantaraan. Latihan ini, memiliki tingkat resiko yang relatif tinggi, sehingga sangat membutuhkan konsentrasi yang tinggi, tidak ada kesalahan sehingga dapat melaksanakan setiap penerjunan sesuai prosedur guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Demikian salah satu pernyataan Dankodikau pada upacara penutupan pendidikan kursus para dasar angkatan ke-170 yang dilaksanakan di lapangan upacara Run Way Lanud Sulaiman, Jum’at (30/9). Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur AAU Marsekal Muda TNI Bambang Samoedro, Gubernur Akmil Mayjen TNI Bachtiar, Danseskoau, Danlanud Adi, Kasgartap II Bandung, Dankorpaskhasau, DanPusdikma Kodiklat TNI, serta para pejabat lainnya dengan didampingi Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Elianto Susetio, S.I.P, para undangan dan orang tua siswa dari siswa para dasar angkatan ke-170.

“Pengalaman selama mengikuti pendidikan para dasar ini, saudara jadikan pegangan dalam pelaksanaan tugas di satuan, bahwa jangan ada kesalahan sekecil apapun sehingga pelaksanaan tugas berhasil, aman, dan sukses. Saya yakin dengan keberhasilan ini saudara-saudara akan lebih percaya diri dalam melaksanakan tugas-tugas kedepan,” kata Dankodikau. Menurutnya, dengan bekal awal ketrampilan para dasar para lulusan akan mampu melaksanakan tugas kedepan yang lebih berat dan penuh tantangan. Dankodikau berharap pengetahuan dan ketrampilan yang telah dimiliki para lulusan agar tetap dijaga dan ditingkatkan di masa mendatang dengan latihan-latihan yang lebih efektif dan berkesinambungan.

Baca juga:  Adisutjipto On Sport 2011

Lebih lanjut Dankodikau menyampaikan bahwa personel TNI Angkatan Udara dalam mengawaki organisasi maupun alut sista, memerlukan sumber daya manusia yang profesional dan andal disertai disiplin, mampu berfikir cepat, cermat, tepat, dan benar. Daya saing yang tinggi dan berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kesiapan sumber daya manusianya diantaranya melalui pendidikan sekolah para dasar. Saat ini persaingan sumber daya manusia selain skill juga terkandung didalamnya persaingan penguasaan teknologi, dan teknologi dapat diperoleh melalui pembelajaran, kemitraan dan kerjasama yang saling menguntungkan.

Namun, membangun sumber daya manusia yang mempunyai skill tinggi, mampu memanfaatkan dan mengembangkan teknologi bukanlah pekerjaan yang mudah. Hal ini mengisyaratkan bahwa pembangunan kekuatan tni angkatan udara akan senantiasa memperhatikan unsur manusianya sebagai obyek utama, dengan tetap memperhatikan postur tni yang profesional, efektif, efisien, dan modern.TNI Angkatan Udara di masa depan, harus merupakan perpaduan dan keunggulan sumber daya manusia skill dan teknologi yang sesuai dengan jamannya. Oleh karena itu, Komando Pendidikan TNI Angkatan Udara terus berupaya meningkatkan kualitas hasil didik guna mewujudkan kesiapan personel tni angkatan udara yang diharapkan.

Baca juga:  Ketua Yasarini PC Lanud Wiriadinata Beri Penghargaan kepada Siswa Berprestasi

Mengakhiri sambutannya Dankodikau menyampaikan agar personel TNI AU harus menyadari bahwa tugas yang diemban TNI Angkatan Udara untuk mengamankan wilayah dirgantara nasional pada masa mendatang akan semakin kompleks dan penuh tantangan yang berat. Untuk itu, pilihan terbaik bagi kita untuk menghadapi tuntutan tugas tersebut adalah dengan belajar dan berlatih dengan sungguh-sungguh, sehingga selalu siap menghadapi setiap tugas apapun dan kapanpun. Pahami bahwa setiap langkah maju selalu diikuti dengan peningkatan ketrampilan, kemampuan, serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pendukung utama.

Pendidikan Sekolah Para Dasar Angkatan ke-170 yang diikuti 134 siswa dengan total jam pelajaran yang harus ditempuh 192 jam sebelumnya telah mengikuti beberapa tahap pembinaan. Tahap pendidikan separadas dilaksanakan dalam dua tahap yang terdiri dari bina kelas (ground training, 120 jam pelajaran) dan bina lapangan, yaitu latihan praktis yang dilaksanakan di Lanud Sulaiman (praktek terjun 7 kali, 56 jam pelajaran).

Usai pelaksanaan WingDay, Dankodikau Marsekal Muda TNI Bagus Puruhito melaksanakan kunjungan kerja ke setiap Skadron Pendidikan 201, 202, 203, dan 204 yang berada di Lanud Sulaiman. Kunjungan kerja ini dimaksudkan untuk melihat lebih dekat dan meninjau kesiapan skadik-skadik sebagai pelaksana pendidikan dalam mengelola alin alongins agar out put yang dihasilkan benar-benar berkualitas sesuai dengan target kurikulum.

Baca juga:  Panglima TNI: Waspada Terhadap Kemungkinan Terorisme

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel