Berita

Danlanud Abd : ”Semoga Kejadian Tidak Terulang Kembali”

Dibaca: 4 Oleh 12 Okt 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Safety meeting yang digelar, Selasa (10/10) Selasa di Binayudha adalah belajar dari peritiwa di gunung banyak kota Batu malang. Safety Meeting yang diprakarsai oleh Komandan Lanud Abd Saleh Marsma TNI Julexi Tambayong melalui Kalambangja (Kepala keselamatan terbang dan kerja) Letkol Pnb Suryo Anggoro, mengundang penggiat olah raga Paralayang.

Ketua Paralayang Jawa Timur Edi Arif Wahyudi hadir didampingi Kalambangja dalam memberikan paparan belajar dari pertistiwa jatuhnya salah satu penghobi paralayang. Komandan Lanud yang diwakili oleh Komandan Wing Kol Pnb Hermawan Widhianto, SE memberikan penekanan “manusia di kodratkan hidup didarat, namun juga bisa terbang ke angkasa namun tentunya dengan keterbatasan. Manusia dituntut untuk dapat mengurangi resiko yang tentunya dengan menguasai ilmu pengetahuan.” saya berharap kejadian ini tidak akan terulang lagi harap komandan lanud dalam sambutannya.

Bapak Arif ketika di tanya wartawan penyebab jatuhnya korban apa ”karena faktor manusia dan media ”Saat didesak manusia bagaimana karena yang bersangkutan sudah ada warning sebelumnya dan memaksakan diri dan media maksudnya adanya ”koleb dan payung spiral” karena dihantam angin”, jelasnya.

Baca juga:  “Sepeda Santai” Angkasa Cycle Club Palembang

Hadir dalam acara Safety meeting 37 atlet paralayang Jawa Timur, seperti jombang, Jember, Tuban, Modangan (malang selatan), Batu, malang raya. Sedangkan dalam diskusi tersebut membahas permasalah manusia yang diperbolehkan dalam mengikuti paralayang dan persyaratan administrasi, material, alat yang digunakan, manajemen. Yang memuat pengoperasian dan software, misi yang dijalankan, media yang dimaksud adalah alam. Dalam olah raga terbang layang ada sertifikasi PL 1 untuk yunior, PL 2 untuk senior namun peralihan dan PL 3 Senior mandiri, Instruktru/ Master Tandem (1/2/3).

Hasil dari diskusi tersebut sesuai arahan kalambangja ”bukan mencari kesalahan atas peristiwa diatas namun memperbaiki sistem yang mungkin kurang berjalan dan kurang sempurna sehingga bisa kita rembug dan tuangkan menjadi aturan”. Tegas nya Diskusi yang berlangsung 3 jam berkesimpulan bahwa perlunya penegakan aturan yang lebih tertulis dan peraturan yang berjenjang yang dibuat oleh regulator yang ada. Selanjutnya pendataan secara teknis dan pembenahan fasilitas termasuk pemberian bendera peringatan dilapangan. Penegakan aturan juga akan ditunjuk seorang SO (safety Officer).

Baca juga:  Asah Kemampuan, Prajurit Lanud Halim Perdanakusuma Ikuti Latihan Menembak

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel