Berita

Danlanud ASH Hadiri Peluncuran Buku, Yang Berjudul. “Memenuhi Panggilan Rakyat: Kiprah dan Kenangan Sosok Bupati H. AS Hanandjoeddin”

Dibaca: 6 Oleh 21 Okt 2021Tidak ada komentar
FB IMG 1634766879555
#TNIAU 

TNI AU – Komandan Lanud H. AS Hanandjoeddin, Letkol Nav Rudy Hartono, S.T., M.Han., merasa bangga bisa bertugas dan menjadi bagian dari Masyarakat Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, lantaran bisa mengenal lebih jauh sosok Alm Letkol Pas (Purn) H. AS Hanandjoeddin. Hal ini disampaikan Letkol Nav Rudy Hartono, S.T., M.Han., usai menghadiri peluncuran buku karya Haril M Andersen dan Bambang Sutrisno yang berjudul, “Memenuhi Panggilan Rakyat: Kiprah dan Kenangan Sosok Bupati H. AS Hanandjoeddin”, di Restoran Pandan House, Rabu (20/10/2021).

Buku ini berisi tentang sepak terjang dari seorang Letkol Pas (Purn) H. AS Hanandjoeddin semasa menjadi Bupati kota Belitung Periode Tahun 1967-1972. Namun sebelumnya, Beliau merupakan pejuang kemerdekaan dari TNI Angkatan Udara yang turut merintis berdirinya TNI AU.

Dengan kemahirannya dalam memperbaiki pesawat udara rampasan perang, yang menjadi modal awal berdirinya TNI AU sekaligus menunjukkan eksistensi TNI AU, di tengah kondisi yang sulit dan kritis, Beliau juga memimpin konfrontasi fisik dengan penjajah, dengan menjadi komandan tempur di wilayah kota Malang dan sekitarnya.

Kiprah H. AS Hanandjoeddin selama menjadi Bupati kota Belitung diawali dengan adanya permintaan dari Masyarakat kota Belitung kepada Beliau dan AURI agar menjadi Bupati kota Belitung.

Permintaan itu terutama dari Ikatan Keluarga Pelajar Belitung (IKPB) dan Ikatan Keluarga Masyarakat Belitung (IKMB). Pada saat itu, Beliau masih bertugas sebagai Perwira DP Komandan Lanuma Abdulrachman Saleh Malang. H. AS Hanandjoeddin dilantik sebagai Bupati kota Belitung pada Tanggal 22 Mei 1967.

Baca juga:  Kolonel PNB David Ali Hamzah "Greathawk" Raih 2000 Jam Terbang

Selama menjadi Bupati kota Belitung, perannya sangat besar dalam membangun kota Belitung. Hal ini tergambarkan dari dokumen APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) selama Beliau menjabat sebagai Bupati.

Pertama adalah menstabilkan kondisi sosial, keamanan maupun ekonomi kota Belitung pasca peristiwa G30S PKI. Salah satu peran beliau dalam menstabilkan kondisi ekonomi yaitu mengatasi kelangkaan beras di kota Belitung dengan mendorong pemerintah membangun Kantor Cabang Bulog di Tanjungpandan, operasi pasar dan melancarkan jalur distribusi baik melalui transportasi laut maupun udara.

Kedua, menaikan pajak dan retribusi untuk pendapatan daerah. Pada tahun kedua, Bulan Juli-Desember 1967, di awal kepemimpinannya, APBD Belitung hanya sebesar Rp. 2.055.000,00. Namun, pada tahun 1968, anggran mengalami peningkatan sebesar Rp. 34.960.670,33 (meningkat 1700%). Kenaikan ini berasal dari pendirian perusahaan daerah (BUMD), retribusi kaolin, diversifikasi pajak dan retribusi, penetapan perda pasar dan sebagainya.

Ketiga, terobosan bidang pendidikan. Beberapa terobosan di bidang pendidikan di masa Bupati H. AS Hanandjoeddin yaitu mendorong berdirinya Sekolah Tinggi Hukum Belitung (STHB), Cabang Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya, membangun infrastruktur pendidikan seperti perbaikan bangunan sekolah, membangun sekolah baru dan melengkapi sarana dan prasarana sekolah, dan mengatasi kelangkaan guru dan kebutuhan guru yang mendesak, diadakan Kursus Kilat Pendidikan Guru (KKPG) selama enam bulan untuk lulusan Sekolah Rakyat. Hampir 100-an lebih guru dilantik menjelang akhir Juli 1968.

Baca juga:  Danlanud Adisutjipto Buka Latihan Survival Dasar Siswa Sekbang TNI Terpadu 98

Keempat, merintis Pariwisata di Belitung. Salah satunya yaitu di Tanjungkelayang, dengan membangun hotel yang dinamakan ‘Pesanggrehan Nyiur Melambai’. Fasilitas yang ada berupa 40 kamar, dilengkapi dengan mess, lapangan bulu tangkis dan kolam renang. Selain di Tanjungkelayang, beliau juga membangun Pesanggrehan di Pantai Tambelan dan Teluk Gembira. Selain itu, Beliau juga membenahi Hotel Dian, Guest House milik Pemda Belitung.

Kelima, membangun infrastruktur daerah, seperti perbaikan dan pembangunan jalan, pembangunan fasilitas pendidikan, membangun Rumah Dinas Bupati Belitung, Markas Lanud, Gedung Wanita, Kantor Kecamatan dan masih banyak lagi.

Keenam, Menginisiasi terbentuknya Provinsi Bangka Belitung, walaupun tidak terlaksana hingga masa jabatan Beliau berakhir, dengan adanya ‘Ikrar Tanjungkelayang’ yang menuntut kepulauan Bangka dan Belitung berpisah dari Provinsi Sumatera Selatan.

“Sebagai insan TNI Angkatan Udara saya merasa bangga dengan apa yang telah dilakukan oleh Alm Bapak H. AS Hanandjoeddin. Sebab pribadi beliau yang bersahaja, tanggap dengan kebutuhan masyarakat dan begitu cepat dalam mengambil tindakan yang progresif tersebut terbukti sangat relevan untuk pembangunan dimasa kini”, ucap Letkol Nav Rudy Hartono, S.T., M.Han.

Baca juga:  LANUD MUS SABANG MENGASAH KETAJAMAN MENEMBAK

Menurut Pria Kelahiran Blitar, Jawa Timur itu, tinta emas yang telah ditorehkan oleh Letkol Pas (Purn) H. AS Hanandjoeddin tersebut patut diteladani. Terlebih dari generasi muda sekarang sebagai generasi penerus bangsa.

“Ingat pesan Bung Karno, Presiden Pertama RI. Jas merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah. Sebab pengalaman masa lalu adalah hal yang berharga untuk kita menatap kearah yang lebih baik lagi kedepannya. Dan, buku ini juga akan menjadi cikal bakal kita untuk mengusulkan kembali Bapak Letkol Pas (Purn) H. AS Hanandjoeddin menjadi Pahlawan Nasional dari Pulau Belitung”, ucapnya.

Untuk diketahui acara puluncuran Buku “Memenuhi Panggilan Rakyat: Kiprah dan Kenangan Sosok Bupati H. AS Hanandjoeddin”, ini dihadiri secara virtual oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Wieko Sofyan.

Hadir pula, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, S.E., M.M, Marsekal Muda TNI (Purn) Tatang Kurniadi, S.H, M.M, Dankorpaskhas diwakili Kolonel Pas. Nasser, S.T, Bupati Belitung Sahani Saleh, S.Sos, Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Ketua Komisi III DPRD Belitung Mahyudin, Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Mustofa Akbar, S.E., M.I.Pol, Kapolres Belitung AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, DanposAL Tanjungpandan, Keluarga Besar H. AS Hanandjoeddin dan tokoh masyarakat Belitung. (Pen_ASH).

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel