Berita

Danlanud ATS Buka Penataran Hukum Ham dan Hukum Humaniter Internasional

Danlanud ATS Buka Penataran Hukum Han Dan Humum Humaniter
#TNIAU 

TNI AU.  Komandan Lanud Atang Sendjaja Marsma TNI Eding Sungkana secara resmi membuka penataran hukum hak asasi manusia (HAM) dan hukum humaniter internasional bagi perwira di lingkungan Lanud Atang Sendjaja bertempat di ruang rapat Mako Lanud ATS, Rabu (7/8).

Danlanud ATS, Marsekal Pertama TNI Eding Sungkana, S. AB., M. Tr (Han) dalam sambutannya mengatakan bahwa, sosialisasi hukum HAM dan hukum humaniter internasional merupakan sebuah langkah yang cukup penting. Karena akan sangat membantu TNI AU, khususnya Lanud ATS dalam melaksanakan pembinaan kemampuan bidang hukum bagi seluruh prajurit. Sekaligus dapat memberikan solusi atas berbagai kendala hukum di lapangan. Baik bersifat teknis maupun taktis.

“Permasalahan hukum yang sering terjadi adalah adanya penyimpangan yang dilakukan prajurit. Sebagai akibat kekuranganpahaman terhadap hukum yang berlaku. Baik hukum udara, humaniter internasional maupun HAM,” ujar Danlanud Ats.

Tentu saja akan berimplikasi terhadap sanksi yang diterima. Baik berupa sanksi hukum maupun sanksi moral. “Harapan saya kegiatan ini dapat dijadikan sebagai forum untuk menggali informasi dan pengetahuan dari para narasumber untuk dijadikan bekal dalam menentukan langkah-langkah kebijakan yang berkaitan dengan ancaman yang sering terjadi pada kawasan pertahanan global,” ungkap Danlanud Ats.

Sementara Kepala Dinas Hukum AU (Kadiskumau), Marsekal Pertama TNI Haryo Kusworo yang diwakili Sesdiskumau kolonel sus Yuwono Agung N, S.H., M.H., menyampaikan bahwa, maksud dari penataran ini untuk membekali para perwira TNI AU agar memiliki kemampuan dalam memahami prinsip-prinsip hukum humaniter internasional, Dan implementasi hukum HAM yang sangat relevan serta aplikatif dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian di lapangan.

Lebih lanjut disampaikan, hukum HAM dan hukum humaniter internasional merupakan materi yang penting untuk diketahui oleh para perwira dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Pemahaman terhadap materi tersebut sangat diperlukan.

“Sehingga dalam pelaksanaan tugas nantinya dapat berjalan baik dan tidak timbul permasalahan sebagai akibat adanya kesalahan ataupun kekurangpahaman terhadap hukum yang berlaku, ” ujar Kadiskumau.

“Kesalahan atau penyimpangan dalam melaksanakan tugas oleh setiap prajurit, tentu akan berimplikasi terhadap penjatuhan sanksi. Baik berupa sanksi hukum maupun sangksi moral. Serta tentu saja berpengaruh bagi pribadi, satuan bahkan nama baik negara,” jelasnya.

Oleh karena itu, tambahnya, pemahaman hukum HAM dan hukum humaniter internasional merupakan suatu yang mutlak dan tak dapat ditawar lagi. Selain itu, dalam penataran ini juga akan disampaikan materi tentang hukum udara dan hukum perang.

Kegiatan ini dihadiri delegasi ICRC (International Commite Of The Red Cross), para pejabat Lanud Atang Sendjaja serta seluruh perwira peserta penataran.

Danlanud ATS Buka Penataran Hukum Han Dan Humum Humaniter

Danlanud ATS Buka Penataran Hukum Han Dan Humum Humaniter

Danlanud ATS Buka Penataran Hukum Han Dan Humum Humaniter

Danlanud ATS Buka Penataran Hukum Han Dan Humum Humaniter

Danlanud ATS Buka Penataran Hukum Han Dan Humum Humaniter

Danlanud ATS Buka Penataran Hukum Han Dan Humum Humaniter

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel