Berita

Danlanud Halim Tutup Latihan “Rajawali Perkasa 2020”

Dibaca: 110 Oleh 24 Jul 2020Tidak ada komentar
Danlanud Halim Tutup Latihan “Rajawali Perkasa 2020”
#TNIAU 

TNI AU. Setelah berlangsung selama tiga hari, Latihan “Rajawali Perkasa 2020” secara resmi ditutup Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Dr. Ir. Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., melalui telekonferensi dari Gedung Suma 2 Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis (23/7/2020).

Dalam sambutannya Danlanud Halim mengucapkan terima kasih atas pelaksanaan latihan yang telah berjalan dengan aman dan lancar.

“Apa yang dilatihkan dalam latihan ini hendaknya dijadikan pengalaman dan menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas ke depan,” lanjut Danlanud.

Ditambahkan Danlanud, hasil yang baik dalam latihan ini  hendaknya dipertahankan, kemudian apabila ada kekurangan segera dilakukan evaluasi untu perbaikan ke depannya, sehingga latihan dapat lebih ditingkatkan.

“Jangan lupa berdoa dalam setiap pelaksanaan kegiatan baik latihan ataupun tugas, dan selalu kerjakan setiap pelaksanaan tugas sesuai dengan aturan dan SOP yang berlaku,” pesan Danlanud.

Sebelum ditutup, seluruh peserta latihan telah melalui beberapa tahap yaitu geladi posko, tactical floor game (TFG) dan diakhiri manuver lapangan.

Manuver lapangan melibatkan personel serta alutsista diantaranya pesawat CN-295 dari Skadron Udara 2 yang melaksanakan misi survei dan pemotretan udara, operasi modifikasi cuaca, kemudian penerjunan personel dan bekal ulang logistk (hely box) serta melakukan Operasi Evakuasi Medis Udara (OEMU).

Baca juga:  Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H di Lanud Adi Soemarmo

Selanjutnya pesawat C-130 Hercules dari Skadron Udara 31 dengan misi penerjunan personel dan bekal logistik udara dengan diterjunkan atau cargo delivery system (CDS) serta operasi OEMU menggunakan Kontainer Isolasi medis Udara (KIMU). Ditambah Helikopter AS/NAS 332 dari Skadron Udara 45 yang melaksanakan misi kontijensi penerbangan VVIP.

Selain itu, dalam kegiatan ini juga dilatihkan kemampuan lain melalui simulasi force down atau penurunan paksa pesawat, kemudian penanganan kondisi darurat pesawat oleh Emergency Response Team dan Pemadam Kebakaran, lalu penindakan huru hara (dakhura), serta mengatasi sabotase dengan melakukan deteksi/tracking frekuensi radio atau menggunakan alat Mobile Direction Finder.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel