Berita

DANLANUD HUSEIN : “MANTAPKAN PERSAUDARAAN DAN KEKELUARGAAN DI HARI YANG FITRI”

Dibaca: 6 Oleh 13 Sep 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Sholat Iedul Fitri 1 Syawal 1431 H dilaksanakan di lapangan upacara Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara, Jumat (10/9). Diikuti oleh kurang lebih 2000 jemaah dari keluarga besar Lanud Husein S., beserta insub dan warga sekitar pangkalan, sholat Ied dimulai tepat pukul 07.00 WIB.

Dalam sambutannya Komandan Lanud Husein S., Kolonel Penerbang Asep Adang Supriyadi menyatakan bahwa bagi umat Islam, Iedul Fitri tidak hanya merupakan sekedar hari raya saja namun lebih dari itu, Iedul Fitri diangap pula sebagai hari yang baik untuk memantapkan persaudaraan, kekeluargaan dan pergaulan di tengah-tengah masyarakat, baik sesama umat Islam maupun dengan anggota masyarakat lainnya.

Lebih lanjut dikatakan bahwa sikap semacam ini pada dasarnya merupakan perwujudan dari ciri-ciri dasar kepribadian Bangsa Indonesia yang mengutamakan persatuan, kesatuan dan tenggang rasa di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Bertindak selaku Imam dan Khatib pada sholat ied kali ini Drs. H. Aris Muchtar, dari MUI Kota Bandung. Dalam ceramahnya beliau membahas bahwasanya sekalipun Iedul Fitri sering diartikan sebagai hari kita kembali pada kesucian dan hari pengampunan, hal itu tidak dapat kita artikan secara harfiah bahwasanya kita telah terbebas dari dosa, terutama bila dikaitkan dengan hadist Rasulullah SAW yang mengingatkan “Betapa banyak orang yang berpuasa, tetapi tiada mendapat kesan apa-apa dari puasanya itu, selain rasa lapar dan haus”.

Baca juga:  Sosialisasi E-Filing di Lanud Sam Ratulangi

Kita sungguh tidak mengetahui, apakah puasa kita selama satu bulan telah baik, benar ataukah rusak, sehingga tidak ada pahalanya dihadapan Allah SWT, disebabkan oleh sikap, ucapan, tingkah laku dan perbuatan-perbuatan yang tercela. Namun demikian, kita bias memperbaikinya, menambalnya, atau mendapatkan ampunan Allah, dengan memperbanyak istighfar kepada Allah, menyatakan penyesalan kepada-Nya seandainya puasa kita belum benar, dan selama Ramadhan kita banyak bersikap, berucap, bertingkah, atau berbuat yang tidak terpuji.

Sebagian ulama menyebutkan bahwa Zakat Fitrah yang kita bayarkan itu mengandung arti dan nilai-nilai social kemasyarakatan tinggi. Dengan zakat, infaq atau shadaqah, kita berkepentingan menjembatani antara yang mampu dengan yang tidak mampu, yang kaya dengan yang miskin, sehingga antara kedua belah pihak tak ada lagi kesenjangan atau celah-celah, yang menurut pengalaman, merupakan peluang bagi masuknya ideology atau paham yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel