Berita

DANLANUD HUSEIN : “TERTIB ADMINISTRASI DALAM PEMANFAATAN BMN”

Dibaca: 17 Oleh 19 Jan 2012Tidak ada komentar
2015 06 02 00002
#TNIAU 

“Tertib administrasi dalam pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN), termasuk di lingkungan TNI Angkatan Udara, khususnya di Pangkalan TNI AU (Lanud) Husein Sastranegara”, demikian disampaikan oleh Komandan Lanud Husein S., Kolonel Penerbang Umar Sugeng Hariyono, S.IP., SE., MM., dalam acara diskusi tentang sosialisasi pemanfaatan aset di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI, bertempat di Ruang Rapat Lanud Husein S., Bandung, Rabu (18/1).

Dalam sambutan pembukaannya, Danlanud menyampaikan bahwa dalam pemanfaatan aset negara tersebut Tak jarang terjadi pergesekan yang menimbulkan keadaan kurang nyaman bagi pihak-pihak yang bekerja sama, bahkan sampai ke ranah pengadilan yang tentu saja akan menguras waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Sebenarnya hal ini tidak perlu terjadi apabila kedua belah pihak memegang aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai regulator dan masing-masing pihak mau menegakkan aturan tersebut. Selanjutnya Danlanud mengemukakan bahwa Lanud Husein S., telah berusaha seoptimal mungkin untuk melaksanakan penataan pemanfaatan BMN di pangkalan.

Acara yang bertema sosialisasi pemanfaatan aset tanah ini mengundang Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung, Propinsi Jawa Barat, Bapak Taralam Sinaga yang didampingi empat orang stafnya, sebagai nara sumber. Para mitra kerja Lanud Husein S., pun mendapat undangan utuk mendapat pencerahan dan penyamaan persepsi terhadap kerja sama yang dilaksanakan antara pihak lanud dan mitra kerja.

Baca juga:  PESAWAT CASA 212 SKADRON 4 MENDARAT DARURAT

Sosialisasi yang dilaksanakan terkait dengan keluarnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pemanfaatan Barang Milik Negara di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia, yang kemudian ditindaklanjuti dengan instruksi dari pimpinan TNI AU untuk mensosialisasikannya.

Menurut Kepala Dinas Logistik (Kadislog) Mayor Pembekalan (Kal) Aryanto Nurcahyadi melalui Kepala Seksi Fasilitas dan Instalasi (Kasi Fasint) Mayor Sus Yulizar, menjelaskan bahwa sosialisasi ini diharapkan seluruh mitra kerja Lanud Husein S., yang telah melaksanakan kerja sama pemanfaatan aset baik berupa tanah dan bangunan untuk meninjau kembali perjanjian yang telah disepakati apakah telah sesuai dengan peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Dalam paparan yang disampaikan oleh Bapak R. Ahmad Iman Abdurahman, Staf Bidang Pengelolaan Kekayaan Negara (PKN) Kantor Wilayah (Kanwil) VIII Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Bandung, mengemukakan bahwa KPKNL senantiasa membuka pintu bagi usaha-usaha penataan pemanfaatan aset BMN, hal ini tentunya untuk memberikan bimbingan dan bantuan apabila terdapat kendala di lapangan dalam pelaksanaannya.

Lebih lanjut diharapkan pula pihak Lanud dapat mencermati ulang tataran kewenangan dari mulai tingkat Menteri Pertahanan yang bisa diturunkan sampai ke level pelaksana. Harapan lainnya adalah segera dilaksanakan review seluruh perjanjian bersama-sama dengan KPKNL tentang pemanfaatan aset. Muara yang diinginkan dengan tertibnya penataan aset BMN ini adalah meningkatnya Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang didapat dari pemanfaatan BMN yang dikuasai oleh instansi tertentu.

Baca juga:  Peringatan HUT ke-54 Dharma Pertiwi tahun 2018 di Jayapura

Apabila TNI/Kemenhan mampu menata asetnya sehingga dapat memberikan kontribusi kepada peningkatan neraca keuangan negara maka hal ini sebenarnya akan berdampak positif terhadap TNI/Kemenhan sendiri karena dinilai telah dapat meningkatkan kinerja.

Acara diakhiri dengan penyerahan cendera mata berupa plakat dari Danlanud kepada Kepala KPKNL sebagai pengerat tali koordinasi dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Hadir pada kesempatan tersebut para pejabat di lingkungan Lanud Husein S., beserta tim aset pangkalan, para mitra Lanud antara lain perwakilan dari PT. Dirgantara Indonesia, PT. AP II Bandara Husein S., Universitas Nurtanio, Bandung Pilot Academy, Yayasan Ardhya Garini (Yasarini), serta Para Kepala Primer Koperasi di lingkungan Lanud.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel