Berita

DANLANUD IWJ, TERIMA TIM KOMNAS HAM

Dibaca: 4 Oleh 28 Nov 2013Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Terkait sengketa kepemilikan lahan tanah, antara TNI AU dengan warga sekitar Lanud Iswahjudi, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), mengadakan pertemuan dengan Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., di ruang rapat Lanud Iswahjudi. Rabu (27/11).

Dikatakan oleh Komandan Lanud Iswahjudi Marsekal Pertama TNI Yuyu Sutisna, S.E., kedatangan Komnas HAM ke Lanud Iswahjudi sebagai media untuk mencari solusi adanya beda pendapat antara TNI AU khususnya Lanud Iswahjudi dengan warga sekitar terkait sengketa lahan yang saat ini sudah menjadi hunian warga masyarakat sekitar.

Komnas HAM yang diketuai oleh Manager Nasution beserta tim meminta kejelasan tentang aset tanah yang menjadi sengketa dengan masyarakat, berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa tanah tersebut diklaim milik leluhur mereka yang diturunkan secara turun temurun.

Dijelaskan oleh Komandan Lanud Iswahjudi beserta staf dan pejabat dari Mabesau maupun Koopsau II, bahwa seluruh aset tanah di Lanud Iswahjudi telah masuk dalam Inventaris Kekayaan Negara (IKN), TNI AU sebagai kuasa pengguna barang milik negara, bertugas untuk menjaga dan mengamankan aset negara tersebut.

Baca juga:  LATIHAN PHH DILANUD PALEMBANG

Lebih lanjut dijelaskan oleh Danlanud Iwj, bahwa dalam perkembangan Pangkalan Udara Iswahjudi kedepan dengan bertambahnya alut sista, sesuai konsep yang telah dibuat oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan) tidak menutup kemungkinan lahan tersebut dimafaatkan untuk kepentingan militer.

Sementara itu dalam mengamankan dan menjaga aset yang menjadi sengketa, dilaksanakan tanpa melalui kekerasan. Hal tersebut mendapat apresiasi dari Komnas HAM, hingga terwujudnya zerro victim (tidak ada korban),tegasnya.

Diakhir diskusi dari pertemuan dengan Komnas HAM, Komandan Lanud meminta Komnas HAM sebagai media untuk menyampaikan informasi bahwa aset yang mereka tempati merupakan aset milik negara sehingga masyarakat dapat memahami dan tidak terjadi konflik yang berkepanjangan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel