TNI AU - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara

Danlanud Leo Wattimena Ikuti Paparan Kesiapan Daerah Perbatasan Di Ternate Dengan Komisi I DPR

By 03 Aug 2018 August 6th, 2018 Berita, Berita Kotama
WhatsApp_Image_2018-08-06_at_07.19.32

TNI AU. Pada hari Kamis tanggal 02 Agustus 2018 Komandan Lanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Rachmad Syah Lubis S.T., M.Sc di damping Kaintel Lanud Leo Wattimena Kapten Sus Rifki Syamsul Hidayat melakukan penjemputan di Bandara Sultan Babullah Ternate Tim Komisi I DPR RI dengan jumlah 25 orang, dalam rangka Kunjungan Kerja Reses MP.V TS. 2017-2018 Komisi I DPR RI ke Daerah Maluku Utara yang di Ketuai oleh Ir. H. Satya Widya Yudha, ME., M.Sc, (Ketua Tim/Wakil Ketua Komisi I DPR RI) dan hadir turut menjemput Pangdam XVI/Ptm, Mayjen TNI Suko Pranoto, Kabinda Malut, Brigjen TNI Gatot Eko Puruhito, Kapolda Malut Brigjen Pol Naufal Yahya, MSc (Eng), Danrem 152/Bbl, Kolonel Inf Endro Satoto, Danlanal Tte Letkol Laut (P) Wishnu dan Walikota Ternate, DR. Burhan Abdurahman, SH, MM.

Dalam kunjungan kerja dilanjutkan paparan yang bertempat di Makorem 152 Babullah Ternate, Danlanud Leo Wattimena Kolonel Pnb Rachmad Syah Lubis S.T., M.Sc menyampaikan Kesiapan Lanud Leo Wattimena dalam Mengamankan Wilayah Udara Nasional sesuai di dalam Tugas pokok TNI, di mana sesuai tugas dan fungsinya Lanud Leo Wattimena sudah melaksanakan tugas di bidang pertahanan udara di Maluku Utara yang bernilai strategis karena berbatasan langsung dengan negara Filipina dan negara Palau serta dilalui alur laut kepulauan Indonesia (ALKI III) yang merupakan tempat lalu lintas bagi kapal internaaional. Kemudian tugas Lanud Leo Wattimena lainnya yaitu menegakkan hukum udara dan menjaga keamanan di wilayah udara yurisdiksi Nasional sesuai dengan ketentuan hukum Nasional dan hukum Internasional yang telah diratifikasi, dan melaksanakan tugas TNI dalam pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara, serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan udara.

Maluku Utara sebagai salah satu daerah perbatasan yang memiliki nilai strategis merupakan teras sekaligus pintu gerbang NKRI dari Pasific sehingga memerlukan perkuatan alutsisa radar sebagai alat penginderaan, pengintaian dan pengamatan udara, serta diharapkan akan adanya pengembangan satuan pesawat tempur sebagai unsur penindak pelanggaran udara. Berbagai macam kegiatan telah yang telah dilakukan oleh Lanud Leo Wattimena di harapkan masyarakat perbatasan memiliki rasa nasionalisme yang tinggi, ungkap Komandan Lanud Leo Wattimena.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Danlanud Leo Wattimena Ikuti Paparan Kesiapan Daerah Perbatasan Di Ternate Dengan Komisi I DPR