Berita

Danlanud Ngurah Rai Tutup Diklat Paralayang Angkatan Ke 1

Dibaca: 8 Oleh 02 Apr 2015Tidak ada komentar
21722ef118dabb8b34f8ca385dddf40d
#TNIAU 

Komandan Pangkalan TNI AU Ngurah Rai Kolonel Pnb Sugiharto Prapto.W. S.Sos., selaku Ketua Fasida Bali, Kamis, (2/4), bertempat di Halaman Base Ops Lanud Ngurah Rai, menutup Pendidikan dan pelatihan paralayang angkatan pertama. Acara tersebut dihadiri para pejabat Lanud Ngurah Rai, para Perwira, Bintara dan Tamtama, para pelatih dan mantan peserta latihan serta para undangan lainnya.

Upacara penutupan Diklat Paralayang ditandai dengan penanggalan tanda pita latihan, penyematan brevet dan penyerahan sertifikat oleh Komandan Lanud Ngurah Rai selaku Ketua Fasi Provinsi Bali kepada tiga orang perwakilan mantan siswa, antara lain kepada Mayor Ctp I Nyoman Suarjana, S.Si., salah seorang mantan siswa paralayang dari Topdam IX Udayana, Kapten Kal Gede Yudha Paramarta.S.E., dan Muhamad Nasir salah seorang perwakilan dari Mahasiswa Universitas Udayana, Bali.

Dalam sambutannya Komandan Lanud Ngurah Rai mengatakan bahwa olahraga dirgantara pada saat ini telah mendapat perhatian oleh segenap masyarakat. Oleh karenanya olahraga yang tergolong mahal dan beresiko tinggi ini dalam waktu ke waktu semakin banyak peminatnya. Dari berbagai macam olahraga dirgantara tersebut salah satu diantaranya adalah cabang olahraga udara paralayang, dimana Fasida Provinsi Bali sangat konsen mengenai perkembangan olahraga yang menggunakan wahana udara ini khususnya di Provinsi Bali.

Baca juga:  SKADRON UDARA 12 MANDIKAN HAWK 100/200

Kegiatan Diklat yang diikuti oleh 24 orang peserta ini dapat dilaksanakan dengan baik, aman dan berhasil, dimana semua proses tahapan diklat sudah sesuai dengan kurikulum yang dikeluarkan oleh Fasi Pusat, ungkap Danlanud.

Diakhir sambutannya Danlanud juga mengharapkan agar para mantan peserta Diklat paralayang angkatan ke-1 tidak lekas berpuas diri , karena kemampuan yang telah dicapai saat ini barulah bekal awal yang harus terus dikembangkan sehingga mencapai prestasi yang tertinggi sebagai atlit paralayang yang handal, berprestasi dan profesional dalam segala mendan yang dihadapi.

Pendidikan dan pelatihan paralayang angkatan ke-1 Federasi Aero Sport Indonesia Provinsi Bali dilaksanakan selama satu setengah bulan atau empat puluh lima hari, bertempat di Bukit Wisata Timbis dan Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan,Bali.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel