Berita

Danlanud Padang Pimpin Acara Tradisi Anggota Baru

Dibaca: 15 Oleh 14 Jun 2015Tidak ada komentar
emb 314
#TNIAU 

Danlanud Padang Letkol Pnb Muhammad Apon, ST. MPA memimpin acara tradisi penerimaan 3 (tiga) anggota baru setelah lulus dari pendidikan dasar yaitu Letda Adm Darwin Sinaga (AAU-2014), Prada Amri dan Prada Suhadi di Mako Lanud Padang Sumatera-Barat, disaksikan oleh seluruh anggota Lanud Padang. Jumat (12/6). 

Danlanud Padang menjelaskan, acara tradisi ini dilaksanakan bertujuan untuk menanamkan jiwa korsa dan rasa kebanggaan kesatuan, namun kebanggaan kesatuan jangalah digunakan untuk tidakan yang berlebihan apalagi untuk hal-hal negatif pada akhirnya dapat merusak citra Angkatan Udara.

Sudah banyak contoh maupun kejadian yang tidak penting yang pada akhirnya berujung dengan merugikan kesatuan dan diri sendiri.

Mari kita bangun suatu budaya cerdas, membudayakan tradisi yang benar menjadi benar dan jangalah membudayakan yang salah menjadi alat pembenaran ini penting ujarnya.

Diharapkan untuk semua anggota Lanud Padang dapat memahami pentingnya rasa kebanggaan atau Esprit de Corps tidak berlebihan sehingga semangat ini dapat mendukung tugas pokok Lanud padang jelasnya.

Esprit de Corps adalah bahasa Perancis, dikenal dan digunakan pertama kali pada tahun 1780. Banyak pengertian dan pemahaman dari Esprit de Corps. Dalam arti sempit esprit de corps adalah semangat solidaritas menjiwai semua anggota dari kelompok profesional yang sama. Dalam arti yang lebih luas ekspresi esprit de corps menunjuk semangat solidaritas secara umum.

Baca juga:  Danlanud Husein Sastranegara Hadiri Donor Darah HUT 33 AP II

Istilah ini berasal dari bahasa Prancis: Esprit (roh) de (dari) Corps (tubuh). “Tubuh” adalah metafora dalam hal itu mengacu pada sekelompok orang yang bersatu dengan erat untuk menjadi seperti satu tubuh. Kalimat ini juga mengacu kepada pemahaman solidaritas, kebanggaan, pengabdian dan kehormatan setiap anggota dengan kelompoknya.

Esprit de Corps juga dikenal  sebagai moral, dimana kapasitas anggota kelompok untuk mempertahankan kepercayaan dalam sebuah kelompok/badan/lembaga atau tujuan, terutama pada saat mereka menghadapi hambatan atau tantangan.

Menurut Alexander H. Leighton, “Moral adalah kemampuan sekelompok orang untuk bekerja sama terus-menerus dan konsisten dalam mengejar tujuan yang sama”. Dalam ilmu militer pengertian moral terutama adalah keeratan unit, satuan tugas dengan persatuan yang demikian erat.

Secara historis, unit elit militer seperti pasukan khusus memiliki “semangat tinggi” karena mendapat pelatihan dan kebanggaan mereka di pasukan tersebut yang dirasakan lebih tinggi dari pasukan regular lainnya.

Ketika moral suatu pasukan dikatakan “habis”, itu berarti pasukan tersebut sangat dekat dengan “keretakan dan kata menyerah”, seperti yang terjadi dengan unit tempur Italia di Afrika Utara saat Perang Dunia II.

Baca juga:  KUNJUNGAN DIRLOG KODIKAU KE WINGDIKUM

Secara umum, kebanyakan para komandan pasukan tidak melihat moral dari individu-individu tertentu melainkan “semangat juang” dari pasukan, skuadron, divisi, batalion, dan lainnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel