Berita

Danlanud RHF Pimpin Apel Khusus di Awal Tahun 2019

DSC_6757
#TNIAU #TNI-AU

TNI AU.  Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah memimpin pelaksanaan Apel Khusus Awal Tahun 2019 yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Raja Haji Fisabilillah, bertempat di Lapangan Upacara Lanud Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, Rabu (2/1).

Dalam Apel Khusus tersebut Komandan Lanud Raja Haji Fisabilillah, Kolonel Pnb M. Dadan Gunawan, S.T., M.M., membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M. Dalam sambutan tersebut, Kasau menyampaikan apresiasi dan dedikasi atas semagat pengabdian seluruh Prajurit dan PNS TNI AU karena telah melewati tahun 2018 dengan prestasi dan kinerja yang baik dan mencapai kondisi “Zero Accident”. “Prestasi ini adalah bukti keberhasilan kita dalam menjauhkan diri dan organisasi dari perilaku yang tidak professional, seperti unsafe action dan unsafe condition,” ujarnya.

Menurut Kasau dalam sambutannya, seluruh jajaran boleh berbangga dengan pencapaian Zero Accident, namun tidak boleh cepat puas karena wilayah udara nasional yang luas serta dinamika tugas yang berbeda dan bertambah sulit menuntut budaya Safety yang lebih baik pada tahun 2019. “Ciptakan program-program keselamatan terbang dan kerja yang lebih inovatif, modern dan menarik, saya ingin melihat budaya Safety TNI Angkatan Udara menjadi lebih baik pada tahun 2019,” katanya.

Selanjutnya dalam menghadapi tantangan yang semakin berat ke depan, Kasau mengatakan bahwa TNI Angkatan Udara harus terus tumbuh dan berkembang agar mampu mengantisipasi perubahan lingkungan strategis dan kontijensi ancaman udara. “Untuk itu saya instruksikan agar semua jajaran segera menemukan solusi atas berbagai masalah yang terjadi pada tahun 2018, lakukan persiapan lebih awal, cermat, serius, perbaiki diri dan kinerja satuan masing-masing untuk memberikan sumbangsi yang lebih baik pada TNI Angkatan Udara di tahun 2019,” perintahnya.

Selain itu, dalam sambutannya Kasau juga memberikan penekanan terkait perkembangan situasi dalm negeri yang menonjol seperti bencana alam, gerakan separatis, terorisme, konflik horizontal dan berbagai masalah sosial lain. Kasau menekankan agar seluruh jajaran harus siap operasi jika diperlukan untuk menghadapi setiap kondisi darurat. Sementara itu menjelang Pemilu pada Bulan April 2019 nanti, kasau meminta semua jajaran agar waspada, menjaga diri, dan menahan diri selama pesta demokrasi berlangsung.”Ingat, prajurit tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang, siapapun juga. Jangan pernah sekali-sekali terlibat dalam kegiatan politik praktis apapun bentuknya,” tegas Kasau.

Kasau juga menginstruksikan agar seluruh anggota TNI Angkatan Udara tidak mudah terpengaruh, terpancing, atau terprovokasi jka terjadi masalah di tengah masyarakat atau mendengar isu-isu tidak bertanggung jawab, dan memerintahkan untuk melaporkan secara berjejang agar jalur komunikasi dan bersinergi dengan aparat pemerintah lain. Kasau akan menindak tegas apabila terjadi perbuatan main hakim sendiri oleh anggota TNI Angkatan Udara terhadap sesame anggota, aparat pemerintah lain, apalagi dengan masyarakat. “TNI Angkatan Udara ada untuk menjadi pelindung rakyat, sehingga harus memiliki standar moral etika yang jauh lebih tinggi dari komponen masyarakat lain. Ingat jati diri kalian sebagai prajurit rakyat, prajurit nasional, dan prajurit professional, buat rakyat bangga dengan perilaku yang luhur, taat peraturan dan hukum,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, Kasau menyampaikan perintah harian untuk dipedomani dan dilaksanakan seluruh Prajurit dan PNS TNI Angkatan Udara. Pertama, perkokoh keimanan dan Ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai landasan moral keprajuritan dan implementasikan sebagai perilaku luhur dalam kehidupan organisasi, keluarga, dan sosial kemasyarakatan. Kedua, jadilah prajurit yang professional, militan, dan inovatif untuk menghadapi setiap tantangan penugasan, serta untuk mengembangkan kinerja satuan. Ketiga, tegakkan disiplin, peraturan dan hukum, serta jangan pernah membuat pelanggaran moral, etika dan hukum sekecil apapun yang bisa menciderai nama baik organisasi dan menyakiti hati rakyat. Keempat, jadikan budaya keselamatan terbang dan kerja sebagai kebutuhan diri dan organisasi yang tidak tergantikan, serta ciptakan inovasi menarik untuk mampu memotivasi pencapaian Zero Accident. Kelima, jadilah pelopor dalam menjaga soliditas dan sinergitas TNI Polri, Aparatur Sipil Negara dan komponen bangsa lainnya, demi terciptanya harmoni dalam peri kehidupan kebangsaan untuk mengawal kesuksesan program pembangunan nasional. Keenam, pegang teguh komitmen netralitas TNI dengan tidak terlibat kegiatan politik praktis yang melanggar hukum, mencederai prinsip-prinsip Demokrasi Pancasila. Ketujuh, tekad dan semangat untuk selalu mengamalkan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari.

DSC_6680DSC_6690DSC_6715DSC_6783DSC_6797

Leave a Reply