Berita

Danlanud Rsn Hadiri Seminar Nasional Pasis Sekkau 109 Secara Virtual

Dibaca: 1 Oleh 03 Jun 2021Tidak ada komentar
Danlanud Rsn Hadiri Seminar Nasional Pasis Sekkau 109 Secara Virtual
#TNIAU 

TNI AU. Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Andi Kustoro hadiri seminar nasional dengan tema, “Sinergitas Pengelolaan Ruang Udara Nasional”, yang di taja oleh Perwira Siswa (Pasis) Sekolah  Komando Kesatuan TNI Angkatan Udara (Sekkau) Angkatan 109, tempat di Mako Lanud Rsn, Rabu (2/6/2021).

Sebagai Narasumber, Wakil Ketua Komisi I DPR RI Drs.H.Abdul Kharis Almasyhari, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Dr.rer.pol, Radon Pedroson, M.M., Guru Besar Internasional UI dan Rektor Universitas Jendral Ahmad Yani Prof.Hikmahanto Juwana, S.H., LL.M., Ph.D.,

Pangkohanudnas Marsda TNI Ir.Novyan Samyoga, M.M., Direktur Navigasi Penerbangan Elvi Amir, S.SiT., S.E., M.M., dan sebagai moderator Chacha Annisa, M.Si, serta Kapten Pnb Ady P.S., S.T.Han., Serma Deasi Sukmawati sebagai MC.

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, S.E., M.P.P., bertindak sebagai Keynote Speaker mengatakan, Indonesia memerlukan badan pengelola ruang udara nasional yang melibatkan seluruh stakeholder terkait.

“Saat ini diperlukan adanya sebuah badan yang mewadahi seluruh stakeholder yang membutuhkan penggunaan ruang udara untuk kemudian mengelola ruang udara, mulai dari level strategis hingga level teknis,” ujar Fadjar dalam Seminar Nasional Sinergitas Pengelolaan Ruang Udara Nasional.

Baca juga:  KETUA PIA AG RANTING 03/SKATEK 045 DAN RANTING 05/SATPOMAU DISERAHTERIMAKAN

Fadjar menjelaskan, pada hakikatnya, wewenang negara yang berdaulat di wilayah udara setidaknya mencakup dua komponen,

pertama, membuat aturan hukum dalam peraturan nasional dengan sumber hukum nasional dan internasional. Kedua, menegakkan aturan hukum yang berlaku di wilayah udaranya.

Untuk itu, kata Fadjar, guna mengoptimalkan pelaksanaan tugas menegakkan kedaulatan di wilayah udara nasional, Indonesia memerlukan adanya pengaturan pengelolaan wilayah udara yang menampung kepentingan bersama. Termasuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Di sisi lain, lanjut dia, pemanfaatan ruang udara dan sumber daya yang ada kini semakin berkembang dengan intensitas yang sangat meningkat. Intensitas pemanfaatan ruang udara yang kian tinggi ini tidak menutup kemungkinan akan memunculkan konflik. Konflik ini bahkan bisa saja melibatkan multi sektor.

Karena itu, Fadjar mengingatkan pentingnya pemahaman bersama untuk menciptakan sinergitas dalam pengelolaan ruang udara nasional.

Menurutnya, pengelolaan ruang udara yang melibatkan seluruh stakeholder sangat krusial dilakukan saat ini.

“Dengan demikian sinergitas pengelolaan ruang udara nasional dapat terwujud,” imbuh dia.

Danlanud Rsn Hadiri Seminar Nasional Pasis Sekkau 109 Secara Virtual

Danlanud Rsn Hadiri Seminar Nasional Pasis Sekkau 109 Secara Virtual

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel