Berita

Danlanud SAM Dampingi Wagub Kalsel Sambut 6 WNI Kalsel Yang dipulangkan dari Arab Saudi

Dibaca: 3 Oleh 05 Jun 2015Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Letkol Pnb Erwin Sugiandi bersama Wakil Gubernur Kalimantan Selatan H. Rudy Resnawan, Sekda Prov Kalsel M. Arsyadi dan beserta pejabat instansi terkait lainnya turut menyambut kedatangan 6 orang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang telah bebas dari hukuman mati Arab Saudi tiba di Indonesia pada Kamis, 4 Juni 2015 di VIP Room Lanud Sjamsudin Noor. 

Keenam orang WNI yang dimaksud terdiri dari lima orang WNI overstayer atas nama Saiful Mubarok, Sam’ani Muhammad, Muhammad Mursyidi, Akhmad Zizi Hartati, Abdul Aziz Supiyani dan satu orang WNI legal, Muhammad Daham Ariffin. Mereka didakwa atas kasus pembunuhan imigran asal Pakistan, Zubair bin Hafiz Ghul Muhammad di kota Mekkah dan kasus ini sempat menjadi pemberitaan besar di media Arab Saudi pada November 2006 lalu. 

Atas dakwaan tersebut, pada Juni 2009, keenamnya dijatuhi vonis hukuman mati (qishash) dan ditahan di Penjara Umum Mekkah Al Mukarromah. Hakim sempat menunda pelaksanaan hukuman mati karena menunggu putra korban a.n. Zahra binti Zubair bin Hafidz Ghul Muhammad dewasa (baligh). 

Baca juga:  Personel Lanud J.B. Soedirman Laksanakan Latihan Drill PHH

Berbagai upaya dilakukan demi untuk membebaskan para terdakwa kasus enam orang WNI asal Kalsel ini, baik Litigasi maupun non-litigasi yang dilakukan oleh Kementrian Luar Negeri RI melalui KJRI Jeddah hingga menyewa pengacara untuk memohon mediasi kepada Lembaga Pemaafan (Lajnah Afwu) dan melakukan pendekatan pribadi secara terus menerus selama delapan tahun kepada ahli waris di Arab Saudi. Lebih dari itu bahkan, pada Juni 2011 lalu Presiden RI secara khusus mengirim surat kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz yang bertujuan memohon pengampunan dan bantuan fasilitasi upaya untuk mendapatkan tanazul / pemaafan bagi para terdakwa. Akhirnya setelah berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah RI ini dapat membuahkan hasil, ahli waris korban bersedia memberikan pemaafan (tanazul) pada 14 Juli 2014 tanpa meminta diyatsama sekali. 

Dan pada Rabu, 3 Juni 2015 pukul 16.00 WIB, Direktur Perlindungan WNI dan BHI di ruang Palapa, Kemlu, melakukan serah terima keenam para WNI asal Kalsel tersebut kepada Gubernur Kalsel H. Rudy Ariffin untuk penanganan lebih lanjut di tingkat Provinsi. 

Baca juga:  Zero Accident Menuju First Class Air Force Telah Berhasil Kita Wujudkan

Terkait dengan kepulangan 6 WNI tersebut, Menteri Luar Negeri menekankan agar setiap WNI yang pergi ke luar negeri agar selalu mematuhi peraturan dan hokum yang berlaku di Negara setempat. Menlu juga menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri berkoordinasi dengan Perwakilan RI di luar negeri akan terus memberikan perlindungan yang optimal kepada seluruh WNI di luar negeri termasuk WNI yang menghadapi masalah hukum dengan tetap menghormati hukum setempat. Dan sejak Januari 2015, Pemerintah Indonesia telah berhasil mengupayakan pembebasan WNI terancam hukuman mati sebanyak 33 orang.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel