Berita

Danlanud Sim : Narkoba Adalah Musuh Bersama

Danlanud Sim : Narkoba Adalah Musuh Bersama
#TNIAU 

Danlanud Sim : Narkoba Adalah Musuh Bersama

TNI AU. “Narkoba adalah musuh bersama, sehingga perlu kerja sama seluruh pihak dan elemen masyarakat dalam memberantasnya salah satunya dengan tetap waspada dan bentengi diri dari pengaruh, penggunaan dan peredaran Narkoba baik bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar,” ujar Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., membuka acara Ceramah Tren Baru Penyelundupan dan Pencegahan Peredaran Narkoba di VIP Room Lanud Sultan Iskandar Muda. Selasa (9/7).

Dikatakan demikian, karena peredarannya semakin marak dan meluas dari berbagai wilayah yang menyentuh berbagai kalangan dengan berbagai trik-trik peredaran baik melalui jalur darat, laut dan udara. “Bisa dikatakan Aceh menjadi salah satu rute favorit jalur peredaran Narkoba baik sindikat Nasional maupun Internasional,” tegasnya. Melihat begitu besar dampak yang ditimbulkan dari Narkoba ini, sehingga sudah menjadi tugas tanggung jawab dan kewajiban bersama untuk melakukan deteksi dini, cegah dini  untuk menghentikan peredaran Narkoba ini. “Memutus rantai peredaran dan penggunaan Narkoba bukan lagi semata-mata tugas pemerintah, melainkan kepedulian semua pihak masyarakat baik secara individu maupun kelompok yang dilakukan terus-menerus secara berkesinambungan,” tegasnya. Untuk itu, lanjutnya, melalui ceramah ini peserta mendapatkan informasi yang tepat, pengetahuan yang benar dan akurat, dengan harapan semakin luas pengetahuan kita tentang bahaya Narkoba, maka upaya pencegahan dan penanganan penyalahgunaan dapat dilakukan seefektif mungkin di lingkungan masing-masing.

Selain itu, katanya, kegiatan ini sebagai jalinan sinergitas dan solidaritas TNI/Polri, BNN Provinsi Aceh dan komunitas Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dalam menangkal peredaran Narkoba di wilayah Aceh ini. Acara ini menghadirkan Kepala BNN Provinsi Aceh Brigjen Pol Faisal Abdul Naser, Kabid Pemberantasan BNNP Aceh Amanto, S.H., M.H., sebagai narasumber yang turut dihadiri GM Angkasa Pura II Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Bapak Yos Suwagiyono, Kepala Kantor Pos Indonesia Cabang Banda Aceh Bapak Ahmad Saladin, pejabat TNI/Polri dan BNN provinsi Aceh serta komunitas bandara juga seluruh personel Lanud Sultan Iskandar Muda.

Danlanud Sim : Narkoba Adalah Musuh Bersama

Mengawali ceramah, Brigjen Pol Faisal Abdul Naser mengatakan menyelamatkan generasi dan merawat negeri dari ancaman kejahatan Narkoba menjadi tantangan bagi Indonesia untuk memberantasnya. Dikatakan demikian, karena khususnya provinsi Aceh kurang lebih 5.000an generasi usia produktif tersebar di 78 Lapas terkait masalah Narkoba. “Ini masalah serius karena Indonesia darurat Narkoba, karena setiap saat selalu berkembang modifikasi jenis Narkoba dan bentuk peredaran yang bervariasi,” tegasnya karena keuntungan yang luar biasa dengan waktu singkat dari penjualan barang haram ini sangat menggiurkan, namun apakah akan didiamkan dan berakhir kehancuran sebuah generasi bahkan negara. Narkoba, tegasnya, adalah ancaman serius yang memerlukan tindakan cepat dan tepat dalam memberantas mata rantai peredaran guna menangkal bahaya Narkoba bagi generasi muda. “Mari kita samakan visi, misi dan satu tindakan dengan katakan tidak terhadap Narkoba serta saling meningkatkan sinergitas guna memberantas Narkoba sampai ke akarnya,” tegasnya.

Amanto, S.H., M.H., menyampaikan letak geografis Indonesia yang sangat terbuka menyebabkan Narkoba mudah masuk dan cepat menyebar hingga pelosok daerah. “Peredaran Narkoba sudah merambah ke segala usia, jabatan dan pekerjaan dengan segala akses dalam disusupi Narkoba,” katanya seraya menegaskan perang melawan Narkoba di Indonesia mengutip pernyataan Presiden RI Joko Widodo. Hal ini, lanjutnya, menjadi fokus perhatian untuk mencari solusi dan bekerja sama mencegah peredaran Narkoba karenab diketahui banyak jalur-jalur penyelundupan di Aceh, sebagai salah satu pintu keluar masuknya Narkoba. “80% melalui jalur laut, tetapi juga tetap mewaspadai jalur udara melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda,” tegasnya. Seperti belakangan ini banyak tren penyelundupan Narkoba yang berbentuk kapsul dan ditelan, diselipkan dalam sepatu, dilarutkan dalam kemasan air mineral bahkan ada yang diserap dengan handuk (biasanya jenis sabe) kemudian dapat dikristalkan kembali.

Usai ceramah, dilanjutkan sesi tanya jawab yang secara aktif diikuti seluruh peserta yang menghadiri acara tersebut. “Saya mengapresiasi antusias peserta dalam memberikan pertanyaan, ini bukti bahwa kita semua peduli akan bahaya Narkoba dan kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara continue guna menjalin soliditas dan sinergitas untuk berperang melawan Narkoba,” ujar Danlanud Sultan Iskandar Muda menutup tersebut.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel