Berita

Danlanud SIM Pimpin Upacara Bendera Mingguan Akhir Bulan Februari 2020 di Mako Lanud SIM

Danlanud SIM Pimpin Upacara Bendera Mingguan Akhir Bulan Februari 2020 di Mako Lanud SIM
#TNIAU 

TNI AU. Danlanud SIM Pimpin Upacara Bendera Mingguan Akhir Bulan Februari 2020 di Mako Lanud SIMKomandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., memimpin pelaksanaan upacara bendera mingguan yang dilaksanakan di lapangan Mako Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar. Senin (24/2/2020).  Upacara bendera mingguan diikuti oleh segenap personel, mulai dari yang berpangkat  Perwira, Bintara, Tamtama maupun PNS Lanud Sultan Iskandar Muda.

Upacara bendera mingguan yang rutin dilaksanakan setiap Senin. “Ini merupakan kegiatan yang mengandung penghayatan nilai-nilai Pancasila guna mencerminkan wujud perilaku cinta tanah air, menumbuhkan sikap kedisiplinan dan penghargaan terhadap jasa-jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mengisi kemerdekaan Republik Indonesia serta sebagai sarana komando untuk menjalin komunikasi dua arah antara Pimpinan, Staf dan Anggota agar nantinya pada setiap kebijakan, instruksi, petunjuk dan informasi dapat mengalir serta dipahami dengan sigab, cepat dan tepat sasaran,” ujar Danlanud SIM.

Pada upacara kali ini, Danlanud SIM selaku Irup membacakan sambutan Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., pada Upacara Bendera 17 bulanan yang belum sempat dibacakan. Dikarenakan berbenturan dengan kegiatan Kuker Presiden ke Wilayah Aceh.

Dalam Sambutannya Kasau mengatakan bahwa, “Perkembangan lingkungan global dewasa ini, telah menunjukkan terjadinya berbagai konflik serta permasalahan krusial, seperti serangan swarm-drone yang menyasar kilang minyak Arab Saudi, eksekusi Amerika terhadap petinggi militer Iran dengan memanfaatkan drone, hingga yang terbaru merebaknya novel Corona virus yang telah ditetapkan sebagai Darurat Kesehatan Global oleh WHO,” terangnya.Danlanud SIM Pimpin Upacara Bendera Mingguan Akhir Bulan Februari 2020 di Mako Lanud SIM

Baca juga:  PERINGATAN TAHUN BARU 1431 HIJRIYAH DI LANUD PEKANBARU

Sebagai garda terdepan bangsa Indonesia, TNI Angkatan Udara harus mampu melihat berbagai permasalahan ini dari sudut pandang pertahanan, sekaligus menyiapkan worst-case scenario yang mungkin timbul dari berbagai issue tersebut. Secara khusus, saya ingin membahas dua issue yang menjadi perhatian utama dunia dalam beberapa dekade terakhir, dan juga penting untuk kita pahami sebagai insan dirgantara. Issue pertama adalah global warming yang mengakibatkan climate change, sehingga bencana alam semakin rentan terjadi. Kondisi ini menjadi semakin parah, khususnya bagi negara yang berada di kawasan Pacific Ring of Fire seperti Indonesia. Musibah banjir, tanah longsor, erupsi gunung berapi, gempa bumi, dan tsunami, menjadi semakin rentan terjadi. “Artinya kesiapan TNI Angkatan Udara dalam melaksanakan Operasi Militer Selain Perang, akan menjadi hal yang krusial dalam mengatasi berbagai bencana alam tersebut. Untuk itulah, dalam pembangunan kemampuan dan kekuatan TNI Angkatan Udara ke depan, kita fokuskan pada penanganan kebakaran hutan dan lahan, teknologi modifikasi cuaca, kemampuan medis, water container bombing, dan berbagai kemampuan lainnya,” tegasnya.

Lanjut Kasau, kini kita hidup di era global, di mana perubahan terjadi dengan sangat cepat dan dinamis. Pantang bagi kita untuk berasumsi jika ancaman yang kita hadapi masih akan sama seperti ancaman di dekade sebelumnya. Setiap detik yang berlalu, adalah waktu yang tidak akan kembali dan harus kita persiapkan guna menghadapi berbagai perubahan yang terjadi. Menghadapi era yang semakin unpredictable, kita harus mampu mengambil keputusan dengan cepat, memberi respon yang akurat, serta bertindak dengan tepat. Hal tersebut tentu tidak akan tercapai jika kita masih berpikir business-as-usual, sehingga terjebak dalam rutinitas yang biasa. “Di saat tantangan dan ancaman semakin sulit diprediksi, saya tidak meminta para personel untuk reaktif terhadap semua perubahan tersebut, namun harus ada keinginan yang kuat untuk bersikap adaptif,” ajaknya kepada seluruh Perwira, Bintara, Tamtama, dan Pegawai Negeri Sipil TNI Angkatan Udara.

Baca juga:  Komandan Lanud Wiriadinata Hadiri Silahturahmi Wakasad

Danlanud SIM Pimpin Upacara Bendera Mingguan Akhir Bulan Februari 2020 di Mako Lanud SIMTNI Angkatan Udara tidak menuntut banyak, melainkan kesungguhan seluruh personel terhadap apa yang sudah menjadi tugasnya masing-masing. Untuk itu, pelajarilah setiap tugas dan tanggung jawab kalian dengan seksama, temukan celah-celah menahun yang selama ini menjadi kekurangan, lakukan inovasi dalam menutup celah tersebut, dan lakukan upaya terbaik demi tercapainya tujuan TNI Angkatan Udara.

Seluruh Prajurit TNI Angkatan Udara merupakan Aset Utama dan berharga serta memiliki peran yang krusial dalam Organisasi TNI Angkatan Udara. “Kalian adalah aset utama dan paling berharga yang dimiliki TNI Angkatan Udara. Tidak peduli apa pun pangkat, golongan, kejuruan, 24 dan di mana pun ditugaskan, setiap personel memiliki peran yang krusial dalam memastikan tetap berputarnya roda organisasi yang bernama TNI Angkatan Udara ini,” jelas Kasau.

Untuk itu, saya meminta kepada seluruh insan Swa Bhuwana Paksa, di mana pun kalian saat ini berada dan bertugas. Jangan pernah merasa kerdil dengan peran dan tanggung jawab yang saat ini kalian emban. Dan jangan pula terpikir untuk menyepelekan tugas yang kalian kerjakan. Setiap peran yang kalian jalani, memiliki andil untuk turut membantu tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.

Baca juga:  Danyonko 463 Paskhas Berangkatkan Satgas Pam Alutsista Satrad 222 Ploso

Tugas kalian adalah untuk bekerja, berjuang, dan mengabdi. Sedangkan tugas saya sebagai pemimpin kalian adalah untuk memastikan semua kebutuhan satuan dan kesejahteraan kalian bisa terpenuhi. Untuk itu saya meminta, seluruh personel TNI Angkatan Udara. “Bekerjalah secara profesional sesuai tugas keahlian nya, militan tanpa pamrih, dan inovatif dalam menghadapi segala tantangan tugas yang tidak semakin ringan. Yakinlah, dengan bekerja ikhlas, bekerja cerdas, dan bekerja keras, pengabdian kalian akan mendapatkan balasan terbaik dari Tuhan Yang Maha Kuasa Aamiin Ya Rabbal Alamin,” harapnya.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel