Berita

Danlanud Soewondo Pimpin Apel Khusus HUT Ke-72 Korpaskhas Tahun 2019 di Wilayah Medan

Danlanud Soewondo Pimpin Apel Khusus HUT Ke-72 Korpaskhas Tahun 2019 di Wilayah Medan.
#TNIAU 

TNI AU.    Komandan Pangkalan TNI AU Soewondo, Kolonel Pnb Meka Yudanto, S.Sos., M.A.P. pimpin apel Khusus dalam rangka HUT ke-72 Korpaskhas  tahun 2019 di  wilayah Medan bertempat di lapangan apel Batalyon Komando 469 Paskhas, Kamis (17/10/2019).

Sebelum apel dimulai terlebih dahulu dibacakan lintasan sejarah terbentuknya Paskhas di Indonesia yang menjelaskan, Berawal dari permintaan Gubernur Kalimantan Mohammad Noor kepada Kasau Marsekal Soerjadi Soerjadarma untuk menerjunkan pasukan payung di Kalimantan guna membantu perjuangan rakyat Kalimantan, disambut baik oleh Kasau dengan menunjuk Tjilik Riwut untuk menyiapkan prajurit-prajurit auri melaksanakan tugas penerjunan di Kalimantan.

Pada tanggal 17 Oktober 1947 dini hari sebuah pesawat dakota memecah keheningan daerah Maguwo lepas landas menyeberangi lautan dan menelusuri belantara rimba  Kalimantan menuju Kotawaringin sebagai daerah sasaran penerjunan.   Pesawat dakota yang diawaki  Kapten pilot Bob Freeberg dengan Copilot Makmur Suhodo serta dibantu jump master amir hamzah dan pemandu jalan mayor tjilik riwoet bersama 13 pejuang prajurit auri sebagai satgas dakota ri-002 siap melaksanakan penerjunan di kotawaringin, kalimantan untuk meneruskan perjuangan bangsa indonesia.

Tepat pukul 07.00 wib pesawat dakota yang membawa 13 pejuang prajurit AURI berada diatas sasaran melakukan penerjunan di daerah Sambi, Kotawaringin,  Kalimantan Tengah.        Tugas yang dibebankan kepada ketigabelas peterjun tersebut adalah membentuk dan menyusun gerilyawan, membantu perjuangan rakyat Kalimantan, membuat stasiun radio untuk perhubungan Yogyakarta– Kalimantan serta mengusahakan dan menyempurnakan daerah penerjunan untuk dijadikan daerah penerjunan selanjutnya.

Peristiwa penerjunan yang dilakukan oleh tigabelas prajurit AURI di Kalimantan tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya satuan tempur Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang dikukuhkan duapuluh tahun kemudian berdasarkan keputusan Men/Pangau nomor 54  tahun 1967, tanggal 12 Oktober 1967 bahwa tanggal 17 Oktober 1947 ditetapkan sebagai hari jadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat)   tanggal itu pun merupakan awal sejarah penerjunan oleh prajurit TNI yang merupakan operasi penerjunan pertama di indonesia serta dapat dikatakan untuk yang pertama kalinya operasi lintas udara dilakukan di Indonesia.

Dalam perjalanan sejarahnya dan  dengan dinamika penyempurnaan organisasi serta pemantapan satuan-satuan TNI maka   berdasarkan     keputusan    Kasau  nomor kep/22/iii/1985, tanggal 11 maret 1985, Kopasgat berubah menjadi Pusat Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Puspaskhas).   Melihat perkembangan tugas, peran, fungsi dan eksistensi satuan-satuan paskhas dalam operasi gabungan tni maupun sistem operasi udara diyakini semakin nyata dan sangat relevan, serta seiring dengan penyempurnaan organisasi TNI dan TNI Angkatan Udara tanggal 7 juli 1997 sesuai Kep Pangab nomor kep/09/VII/1997, status Puspaskhas ditingkatkan dari Badan Pelaksana Pusat menjadi Komando Utama Pembinaan sehingga sebutan Puspaskhas berubah menjadi Korps Pasukan Khas (Korpaskhas).

Berdasarkan skep Kasau nomor skep/73/III/1999 tanggal 24  Maret 1999, Korpaskhas membawahi 3 wing  paskhas, detasemen bravo dan detasemen kawal protokol paskhas.    Setelah berubah status menjadi kotama pembinaan dan sebagai konsekuensi dari skep kasau diatas maka pada bulan September 1999 dibentuklah satuan wing paskhas yang terdiri dari :

Untuk wilayah barat, Wing I Paskhas di Jakarta,  membawahi tiga skadron paskhas dan  empat flight paskhas bs, dan untuk wilayah timur, Wing II Paskhas di Malang membawahi tiga skadron paskhas dan dua flight paskhas bs serta Wing III Diklat Paskhas di Bandung membawahi 3 satuan pendidikan.

Sejak kelahirannya hingga sekarang ini, dengan Motto Karmanye Vadikaraste Mafalesu Kadatjana yakni menunaikan tugas tanpa menghitung untung dan ruginya, korpaskhas telah mendarmabaktikan dirinya di berbagai medan operasi militer baik di dalam negeri maupun luar negeri serta tugas-tugas lain dibidang kegiatan sosial kemasyarakatan dalam upaya mensejahterakan dan mengatasi kesulitan yang dialami bangsa Indonesia guna mensukseskan cita-cita nasional yaitu masyarakat adil dan makmur. Motto tersebut senantiasa  selalu melekat dalam jiwa prajurit korpaskhas dalam pelaksanaan tugas di manapun dan kapanpun sehingga jiwa dan raga prajurit korpaskhas dikorbankan demi kejayaan dan kesatuan negara dan bangsa tercinta, republik Indonesia.

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M dalam kata sambutanya yang dibacakan oleh Danlanud Soewondo, Kolonel Pnb Meka Yudanto mengatakan bahwa  selaku Kepala Staf Angkatan Udara mengucapkan “Selamat Ulang Tahun ” kepada segenap warga KORPASKHAS dimanapun berada dan bertugas. Dalam HUT ke 72 melalui tema ” Dilandasi Jiwa Profesional, Militan dan Inovatif, Korpaskhas Siap Memberikan Yang terbaik untuk NKRI”.

Kasau berharap agar tema itu tidak dijadikan hanya sekedar semboyan namun dijadikan harapan dan doa kita semua, semoga  prajurit Korpaskhas selalu bersemangat dan pantang menyerah.

“Sebagai satu organisasi yang besar, Korpaskhas tentunya tidak boleh melupakan sejarahnya, karena sejarah ibarat akar yang menjadi fondasi kuat sebatang pohon hingga dapat terus berdiri tegak dan tumbuh menuju arah datangnya cahaya. Kini setelah 72 tahun mengabdi, Korpaskhas telah menunjukkan eksistensinya dengan hebat dan profesional. Tentunya pencapaian tersebut, tidak terlepas dari jasa para pendahulu yang telah berjuang serta meletakan dasar yang kokoh terhadap peran dan tugas Korpaskhas hingga menjadi satuan yang membanggakan,” kata Kasau.

Lebih lanjut Kasau mengatakan bahwa, masih hangat dalam ingatan kita tepatnya pada tanggal 9 Oktober 2019 yang lalu, salah satu penerjun yang menjadi aktor sejarah peristiwa 72 tahun silam, bapak Serma ( purn ) Imanuel Nuhan, telah tutup usia pada umur 96 tahun. Tentunya jasa beliau akan terus dikenang dan menjadi inspirasi sekaligus pelecut semangat bagi kita semua. Kini 13 penerjun tersebut telah tiada, selanjutnya menjadi tugas kita terutama prajurit Paskhas sebagai generasi penerus untuk meneladani semangat dan dedikasi serta meneruskan perjuangan mereka..

“Korpaskhas tidak hanya memiliki kemampuan tempur darat dalam bentuk pertahanan dan perebutan pangkalan, namun juga menguasai keahlian khas Mayra udara seperti pengendalian tempur, SAR tempur dan pengendalian Pangkalan dan jumping master. Tidak hanya itu, dalam melakukan tugas pertahanan udara, Korpaskhas di persenjatai beberapa alutsista modern seperti ” Oerlikon Skyshield, rudal Chiron, rudal QW – 3 yang semakin mempertegas keprofesionalannya sebagai pengawal Pertahanan udara titik dalam menjaga objek vital nasional Indonesia,” jelas Marsekal TNI Yuyu Sutisna.

Selain itu, kata Kasau lagi, Korpaskhas juga berperan sebagai Ground Forward Air Control ( GFAC ) dalam mendukung operasi udara, Khususnya membantu meningkatkan akurasi Laser Guided Bomb pesawat tempur saat melakukan serangan udara..

Diakhir kata sambutanya, Kepala staf Angkatan Udara memberikan beberapa penekanan dan nasehat kepada seluruh prajurit Paskhas.

“Jalan yang kalian tempuh adalah jalan Pengabdian. Jalan ini tidaklah ringan, tetapi saya bisa yakinkan bahwa ini adalah jalan mulia. Yaitu jalan yang tidak dapat ditempuh sembarang orang, kecuali kalian para prajurit pilihan. Rasa lelah, letih serta keringat akan terus mengalir, begitu pula rintangan dan godaan akan terus datang. Hari ini mungkin ujian yang kalian hadapi berat dan esokpun belum tentu ringan dan mudah dijalani, untuk itu cobaan apapun yang kalian hadapi dan rasakan, jangan pernah berfikir untuk mengambil jalan pintas yang ringan tapi tak mulia. Wahai prajurit baret Jingga berlatih dan berjuanglah dengan semangat tinggi. Dan jangan pikirkan imbalan dan pamrih. Ingat selalu mengapa dan untuk siapa kita menempuh jalan ini. Kita tidak bisa seketika menikmati hasil dari setiap cucuran keringat yang menetes atau cucuran darah yang tumpah saat bertempur. Namun yakin dan percayalah niscaya buah dari pohon pengabdian ini akan dinikmati oleh anak dan cucu kita,” demikian amanat Kasau yang dibacakan oleh Danlanud Soewondo pada apel Khusus HUT ke-72 Korpaskhas tahun 2019.

Penerangan Lanud Soewondo

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel