Berita

Danlanud Sulaiman : Profesionalisme Seorang Prajurit Merupakan Proses Berkesinambungan

Dibaca: 22 Oleh 03 Nov 2016Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Profesionalisme seorang prajurit merupakan proses berkesinambungan yang tidak hanya diperoleh dalam waktu singkat. Untuk memperoleh seorang prajurit yang berkualitas memang tidak dilahirkan, tetapi dibentuk. Belajar adalah sebuah proses dan pengalaman panjang, yang harus terus ditingkatkan melalui pengetahuan khusus, ketrampilan, pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan secara terprogram, terjadwal, dan berkesinambungan.

Demikian pernyataan Komandan Lanud Sulaiman Kolonel Pnb Mohammad Syafii, S.I.P., M.M., dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Dinas Operasi Letkol Lek Sutrasno yang bertindak selaku Inpektur upacara pada pembukaan pendidikan Sejursarta Tekponkomdata (Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama Telepon Komunikasi Data) Angkatan Ke-9, Avionik Angkatan Ke-16, Jurkom (Juru Komunikasi) Angkatan Ke-17, dan Sejursarta Tekrad(Teknik Radio) Angkatan Ke-19 yang dilaksanakan di lapangan apel staf dua Lanud Sulaiman, Margahayu, Kab. Bandung, serta diikuti oleh para perwira, perwakilan bintara, tamtama dan pegawai negeri sipil serta dihadiri para komandan satuan di Sulaiman, Kamis (3/11).

Lebih lanjut Danlanud menyampaikan bahwa sebagai prajurit muda, perlu disadari bahwa tekad para siswa memilih jalan hidup sebagai prajurit TNI Angkatan Udara tentunya merupakan pilihan sendiri dengan penuh kesadaran tanpa paksaan dari pihak manapun. ”Oleh karena itu, bekal dasar yang diperoleh dari pendidikan, hendaknya terus dikembangkan seirama dengan tantangan tugas yang semakin kompleks,” kata Kadisops saat membacakan amanat Danlanud.

Baca juga:  Serbuan Vaksinasi Rumah Sakit Angkatan Udara di Kota Biak terus di intensifkan senin ( 26/7/2021 )

Danlanud menekankan pula kepada para siswa agar mentaati dan mematuhi semua peraturan dan norma yang telah disepakati yaitu, Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI dalam pengabdiannya sebagai prajurit TNI Angkatan Udara. ”Saya yakin, para siswa telah mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental untuk menempuh pendidikan tersebut. Karenanya, apa yang telah saya sampaikan sebelumnya agar dipahami dan dilaksanakan,” tambahnya.

Pendidikan Sejursarta Tekponkomdata dan Tekrad masing-masing diikuti 15 orang siswa tamtama. Sedang Sejursarta Jurkom diiikuti 20 siswa tamtama dan Avionik 12 siswa tamtama. Keempat pendidikan tersebut dilaksanakan selama lima bulan untuk menyelesaikan 940 jam pelajaran. Ketiga pendidikan, yaitu Sejursarta Tekponkomdata, Jurkom, dan Tekrad dilaksanakan di Skadik 202 Lanud Sulaiman. Sedangkan Sejursarta Avionik dilaksanakan diSkadron Pendidikan 203 Lanud Sulaiman.

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel