Berita

Danlanud Supadio Buka Acara Komunikasi Sosial

Dibaca: 12 Oleh 14 Jul 2017Tidak ada komentar
TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Komandan Pangkalan TNI AU Supadio Marsma TNI Minggit Tribowo, S.IP membuka acara komunikasi sosial TNI menjalin silaturahmi antara TNI dengan komponen masyarakat dengan keluarga besar TNI dalam rangka mewaspadai Proxy War di wilayah NKRI. Acara yang berlangsung di Graha Teddy Kustari, Kamis (13/7) dihadiri ratusan peserta terdiri dari anggota dijajaran Lanud Supadio, Kepala Desa Limbung, para Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) serta warga masyarakat yang berada disekitar Lanud.

Danlanud Supadio diawal sambutannya mengatakan bahwa pelaksanaan komunikasi sosial yang kita selenggarakan ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan hubungan silaturahmi antara personel Lanud Supadio dengan berbagai komponen masyarakat yang ada disekitar Lanud.

“Dengan adanya acara seperti ini setidaknya akan tumbuh rasa saling memiliki, saling menjaga dan saling bekerjasama antara Lanud supadio dengan warga masyarakat. Untuk itu manfaatkan kegiatan ini, sebagai sarana berinteraksi dan saling berbagi informasi, sehingga akan terwujud sinergitas antara Lanud dengan warga masyarakat guna menjaga keamanan dan kedamaian di wilayah kita ini,” kata Danlanud.

Baca juga:  Penyerahan dan Penyembelihan Kurban di Markas Wing I Paskhas

Selain menjalin silaturahmi antara Lanud Supadio dengan masyarakat acara ini juga diisi dengan ceramah tentang bahaya proxy war yang disampaikan oleh Kadispers Lanud Supadio Kolonel Adm Mukhtar Bakhrong, S.E., M.M. “Proxy war adalah perang antara kedua pihak yang tidak saling berhadapan secara langsung namun menggunakan pihak ketiga untuk mengalahkan musuh,” jelas Kadispers.

Kadispers menambahkan indikasi proxy war ini telah masuk ke Indonesia. Hal ini ditandai adanya gerakan separatisme, gerakan radikalisme, peredaran narkoba, berita-berita yang provokatif dan hoax, tawuran antara pelajar/kelompok tertentu, pornografi/seks bebas dan lahirnya aliran kepercayaan baru.

“Namun demikian Indonesia mempunyai cara untuk menangkalnya yaitu bermodalkan NKRI, letak geografi daratan serta lautan yang strategis, kaya akan sumber daya alam dan kearifan lokal yang harus dibarengi dengan revolusi mental, Pancasila sebagai pedoman hidup dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat,” pungkas Kadispers.

 

 

 

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel