Berita

Danlanud Supadio Resmi Menutup Latihan Survival Dasar “Alap Mandau-19”

Danlanud Supadio Resmi Menutup Latihan Survival Dasar “Alap Mandau-19”
#TNIAU 

1

TNI AU. Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Palito Sitorus, S.I.P., M.M secara resmi menutup Latihan Survival Dasar “Alap Mandau-19” Tahun Anggaran 2019, dalam suatu upacara militer, Sabtu (16/2) di areal danau Movistar desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penutupan latihan survival ditandai dengan pelepasan pita tanda peserta latihan oleh Danlanud Supadio. 

Latihan bertahan hidup di darat dan di air ini berlangsung selama 2 hari dan dikuti para Perwira Pertama (Pama) dijajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1 dan Skadron Udara 51. Kegiatan latihan survival dasar yang rutin dilaksanakan setiap tahun, para peserta dalam praktek lapangan melaksanakan kegiatan  pelolosan, jalan GPS dan jalan kompas, lempar pisau, pengenalan signal, P3K, pengenalan jenis-jenis tumbuhan dan hewan yang dapat dikonsumsi dengan aman bila berada dihutan, caraka malam. Dan sebelum ditutup para peserta latihan dikenalkan Landing Craft Rubber (LCR) dan praktek Survival Air di danau Movistar.

Danlanud Supadio dalam sambutannya mengatakan, latihan survival ini bertujuan untuk melatih, menambah pengetahuan dan meningkatkan kemampuan para awak pesawat dalam penguasaan dasar-dasar survival darat dan air.

Selain itu, lanjut Kolonel Pnb Palito Sitorus, menanamkan  semangat ingin tetap hidup dalam kondisi yang dihadapi sampai datangnya bantuan dari pasukan kawan. Oleh karenanya, latihan survival ini merupakan suatu proses kegiatan yang berlanjut serta harus lebih meningkat mutunya, sehingga dalam latihan ini diusahakan mendekati keadaan yang sebenarnya.

“Dengan berakhirnya latihan ini, tentunya kita harus melakukan evaluasi dalam seluruh pelaksanaan kegiatan.  Dalam evaluasi ini kita harus mengetahui   sudah sejauh mana pelaksanaannya, telah sesuaikah dengan petunjuk dan skenario latihan  dan  sejauh  mana telah  memenuhi tujuan dan sasaran yang harus dicapai,” jelas Danlanud.

 Ia menambahkan, perlu juga dicari faktor-faktor yang menghambat dalam latihan, sehingga pada latihan yang akan datang tidak akan terulang lagi dan lebih meningkat mutu latihannya.  

“Dengan berakhirnya latihan survival ini para peserta telah mempunyai tambahan pengalaman yang berharga dan berguna dalam pemantapan disiplin, ilmu taktik dan ketahanan mental serta fisik dalam melaksanakan survival dasar,” tambah Danlanud.

Usai upacara dilanjutkan pemberian hadiah bagi tim yang terbaik melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan latihan survival.  Turut hadir Komandan Wing (Danwing) 7 Kolonel Pnb Radar Soeharsono, para Kadis, Dansat, Kasi dan segenap anggota dijajaran Lanud Supadio, Skadron Udara 1, Skadron Udara 51, Batalyon 465 Paskhas dan Denhanud 473 Paskhas serta Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 19/D.I Lanud Supadio Ny. Palito Sitorus beserta pengurus.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel