Berita

DANLANUD SUPADIO TERIMA KEDATANGAN MENTERI

Dibaca: 10 Oleh 13 Jun 2013Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Komandan Lanud Supadio Kolonel Pnb Ir Novyan Samyoga beserta segenap pejabat Lanud Supadio menerima kedatangan Menpera bapak Djan Fariz beserta rombongan menggunakan pesawat Hoker 900 milik Lion Air di VIP Room Lanud Supadio, Selasa (11/6).

Tidak luput dari perhatian menpera selama berada di Lanud Supadio, perumahan di Lanud Supadio yang dirasa masih kurang mengingat jumlah personel yang ada semakin bertambah tiap tahunnya. Begitupun bangunan sebagian rumah yang butuh perawatan demi kenyamanan penghuni yang akan menempati.

Selama tatap mata yang berlangsung secara akrab, Danlanud juga menegaskan bahwa keberadaan Pangkalan TNI Angkatan Udara Supadio di Kalimantan Barat sangat bernilai strategis. Karena wilayah perbatasan dengan negara lain tentunya memerlukan suatu kesiapsiagaan yang sifatnya terus menerus dan berkesinambungan.

Sehingga tindakan pelanggaran oleh negara lain dapat diketahui sejak dini dan selanjutnya dapat dicegah. Berkaitan dengan hal tersebut, Pontianak yang sekaligus menjadi pintu gerbang Kalimantan Barat perlu kiranya mendapat perhatian jika dipandang dari segi pertahanan dan keamanan.

Baca juga:  DANWINGDIKTEKKAL BUKA KURSUS SUSPA INSPEKTOR LAIKUD A-15

Kenyataan seperti itulah, lanjut Danlanud yang melatarbelakangi Lanud Supadio sebagai salah satu Pangkalan TNI Angkatan Udara type B yang menjadi home base Skadron Udara 1 dengan alutsistanya pesawat Hawk 100/200 dan tentunya diperkuat dengan satu Batalyon 465 Paskhas yang berguna bukan hanya sebagai pengamanan alutsista tetapi juga sebagai garda pertahanan nasional.

Kunjungan dari beberapa mentri tersebut rencananya juga akan dimanfaatkan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur di Kalimantan Barat. Kondisi Jalan, Pembangunan Bandara yang terhitung lambat, pelabuhan laut yang masih dirasa kurang besar terutama listrik yang masih kekurangan energi menjadi perhatian utama selama berada di Kalimantan Barat.

Yang tidak kalah pentingnya memanfaatkan hilirasi produk pertambangan, pertanian dan perkebunan, boleh dikatakan produk tersebut secara tidak langsung menjadi mata pencaharian utama sekaligus sebagai ujung tombak kekayaan masyarakat kalimantan barat.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel