Berita

Danlanud : Tumbuhkan Sinergitas Siswa dan Instruktur

Dibaca: 3 Oleh 22 Sep 2010Tidak ada komentar
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala
#TNIAU 

Dengan ditumbuhkannya sinergitas antara siswa dan instruktur, para siswa dapat secara optimal meraih prestasi selama mengikuti proese belajar dan mengajar. Sehingga diperoleh hasil didik yang baik, serta menjadi masukan bagi pengawakan organisasi TNI Angkatan Udara di masa mendatang.

Demikian pernyataan disampaikan Komandan Lanud Sulaiman kolonel Pnb Gutomo, S.I.P dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kadispers Lanud Sulaiman Letkol Adm. Drs. Nana Sujana, M.Si yang bertindak selaku Inspektur upacara penutupan pendidikan Susbamenjurlek (kursus bintara manajemen kejuruan elektronika) angkatan ke-7, Susjurlata Monrad (kursus kejuruan lanjutan tamtama montir radio) serta Sejursarta Monponleks (sekolah kejuruan dasar tamtama montir telepon teleks) angkatan ke-5, di lapangan Upacara staf II lanud Sulaiman. Rabu (22/09).

Kepada para lulusan selama tiga dan empat bulan telah menyelesaikan pendidikan saya ucapkan selamat dan sukses atas keberhasilan yang diraih. dengan ilmu yang didapat selama pendidikan semoga dapat diterapkan di satuan pengguna nantinya. selain itu, saya berpesan agar tetap semangat serta memiliki kemauan untuk terus belajar dan berlatih serta terus tingkatkan ketrampilan dimiliki agar bermanfaat bagi pribadi maupun satuan dimanapun para prajurit bertugas.

Baca juga:  PENEMBAK LANUD SIM JUARA KAPOLDA CUP II

Pendidikan susbamenjurlek bertujuan memberikan bekal pengetahuan dasar manajemen, ketrampilan penerapan manajemen, dan pemeliharaan, agar setelah menyelesaikan pendidikan dapat melaksanakan tugas sebagai pembantu pengawas dalam bidang pengoperasian dan pemeliharaan peralatan elektronika. “Begitu juga pendidikan montir telepon teleks dan radio diharapkan mampu melaksanakan pekerjaan sebagai pembantu pelaksana pemeliharaan pengoperasian peralatan telepon teleks, radio secara terbatas dengan baik, benar, dan aman, “Jelas Danlanud.

Dengan berakhirnya pendidikan ini tentunya para lulusan telah mengalami proses pengembangan diri. “Artinya, para lulusan harus membuka diri dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. namun, satu hal yang perlu dipahami bahwa etika dan moralitas harus tetap menjadi tumpuan mendasar sebagai salah satu pilar penyangga harkat dan martabat prajurit yang profesional,” tegasnya. Dengan demikian, seorang profesionalis harus mencerminkan sikap dan kesungguhan hati untuk mendalami, menguasai, menerapkan, dan menjunjung tinggi etika profesi.

Danlanud Mengharapkan kepada para instruktur untuk memiliki kemauan serta mampu memunculkan kreativitas dan inovasi dalam mendayagunakan komponen pendidikan secara maksimal untuk mewujudkan hasil didik berpenampilan menarik, bersikap santun selaku prajurit TNI Angkatan Udara, berkemampuan melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya, serta memegang teguh disiplin dan loyalitas yang tinggi. Untuk itu, saya mengingatkan para instruktur agar dalam proses belajar mengajar jangan mudah terjebak pada pola rutinitas yang hanya mengejar target kurikulum.

Baca juga:  JABATAN KADISOPS DAN KADISLOG LANUD SULAIMAN DISERAHTERIMAKAN

Pendidikan Susbamenjurlek Ang ke-27 diikuti 35 prajurit berpangkat bintara masa pendidikan selama tiga bulan. Terpilih sebagai siswa terbaik Serma Abdul Gani anggota Koopsau II, Pendidikan Susjurlata Monrad angkatan ke-5 lama pendidikan tiga bulan dan diikuti 15 siswa tamtama terpilih sebagai siswa terbaik Kopda Vera Anandi. Sedangkan untuk Pendidikan Sejursarta Monponleks angkatan ke-5 dikuti 23 siswa berpangkat tamtama terpilih sebagai siswa terbaik Prajurit Dua (prada) Diky Sudarta anggota Senkom Lanud Morotai. Ketiga pendidikan tersebut dilaksanakan di Skadron Pendidikan 202 Lanud Sulaiman.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel