Berita

Danlanud Wirasaba Peduli Pembangunan Museum Usman Janatin

Dibaca: 29 Oleh 09 Mar 2015Tidak ada komentar
Sukhoi Su-27
#TNIAU 

Komandan Pangkalan TNI AU Wirasaba Letkol Pnb Andreas A. Dhewo, M.Sc., M.Si (Han) melintas di daerah Jatisaba, Purbalingga. Tanpa disengaja  Danlanud melihat gerbang Museum Usman Janatin di Dukuh Tawangsari, Jatisaba.

Karena rasa ingin tahunya, Selanjutnya Danlanud memutuskan untuk singgah di tempat tersebut yang ternyata adalah kediaman orang tua alm. Serda KKO Anumerta Usman Janatin bin H. Ali Hasan dan ditemui oleh ibu Diyah Janatin, Kakak Beliau. Usman Janatin bin H. Ali Hasan (lahir di Dukuh Tawangsari, Desa Jatisaba, Kecamatan Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, 18 Maret 1943 sampai  meninggal di Singapura, 17 Oktober 1968  pada usia 25 tahun) adalah salah satu dari dua anggota KKO (Korps Komando Operasi,  kini disebut Marinir) Indonesia yang ditangkap di Singapura pada saat terjadinya Konfrontasi dengan Malaysia.   

Bersama dengan seorang anggota KKO lainnya bernama  Harun Thohir,  Usman dihukum  gantung  oleh Pemerintah Singapura  pada  17 Oktober 1968 dengan  tuduhan meledakkan bom di wilayah pusat kota Singapura yang padat pada tanggal 9 Maret 1965 (Pengeboman MacDonald House).  Selanjutnya beliau dimakamkan di TMP Kalibata Jakarta.

Baca juga:  Peringatan Hut PIA Ke-59 di Kipan C Yonko 466 Paskhas

Saat berdialog dengan pihak  keluarga  Alm. Usman Janatin diketahui bahwa pihak Keluarga sedang mambangun Museum Usman Janatin dan Pembangunan tersebut telah terhenti hampir selama dua tahun karena kehabisan biaya. Setelah menangkap aspirasi tersebut, Pangkalan TNI AU Wirasaba berinisiatif mempelopori penyelesaian pembangunan museum Usman Janatin yang merupakan salah satu putra terbaik bangsa dan telah dianugerahi gelar sebagai “Pahlawan Nasional” selanjutnya Komandan Pangkalan TNI AU Wirasaba Letkol Pnb Dhewo menerjunkan tim untuk menghitung kebutuhan biaya (RAB) penyelesaian pembangunan museum atas seijin pihak keluarga Alm. Usman Janatin.  

Sebagai motor penggerak, Komandan Lanud Wirasaba menggandeng beberapa Instansi serta para donatur dan sukarelawan dari berbagai komponen bangsa di seluruh tanah air yang bersedia berpartisipasi dalam penyelesaian pembangunan Museum Usman Janatin ini.    Bantuan juga diberikan oleh Pangkalan TNI AL Cilacap sebagai wujud kepedulian terhadap jasa-jasa pahlawan bangsanya.

Pangkalan TNI AU Wirasaba sebagai bagian dari masyarakat Purbalingga menganggap penting dilakukannya upaya penyelesaian pembangunan Museum Usman Janatin, mengingat Kabupaten Purbalingga memiliki dua orang putra bangsa yang dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, yaitu Panglima Besar Jendral Soedirman dan Serda KKO Usman Janatin sendiri.  

Baca juga:  Yasarini Cabang Lanud Adisutjipto Menggelar Lomba Amso

Disamping itu figur keteladanan dan kepahlawanan Usman Janatin perlu dimunculkan lebih menonjol lagi agar generasi muda bangsa, khususnya generasi muda Purbalingga dapat meneladani keberanian, dedikasi, dan loyalitas beliau demi kejayaan bangsa dan Negara Indonesia serta Korps Marinir yang dicintainya.    

Sebagai catatan, Alm. Serda KKO Usman Janatin menolak untuk ditutup matanya dan dengan gagah berani sebagai prajurit pejuang sejati dengan langkah tegap menuju tiang gantungan pada tanggal 17 Oktober 1968.

Peresmian Museum Pahlawan Usman Janatin akan dilaksanakan pada tanggal     7 Maret 2015 oleh Bupati Purbalingga dengan dihadiri oleh pejabat TNI/Polri, FKPD Purbalingga, para donatur dan tamu undangan lainnya.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel