Berita

Danlanud ZAM Dampingi Gubernur NTB Rakor dengan Menko Polhukam Via ViCON

Dibaca: 38 Oleh 20 Mei 2020Tidak ada komentar
Danlanud ZAM Dampingi Gubernur NTB Rakor Dengan Menko PolhukaM Via ViCON
#TNIAU 

TNI AU. Bertempat di Gedung Sangkareang (Posko Gugus Tugas Covid-19 Prov. NTB) Kantor Gubernur NTB Selasa (19/05/2020), Komandan Lanud TGKH. M Zainuddin Abdul Madjid Kolonel Pnb Andri Gandhy, M.Sc., mendampingi Gubernur Nusa Tenggara Barat Dr. H. Zulkiflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Dr. Sitti Rohmi Djalilah mengikuti rapat koordinasi membahas pengamanan dan pencegahan Covid-19 dan protokol kesehatan dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri 1441 H. Rapat koordiasi tersebut berlangsug melalui Video Conference (Vicon) dipimpin oleh Menko Polhukam RI Prof. Mahfud MD serta para pejabat negara lainnya seperti Mendagri, Prof. H. M. Tito Karnavian, Wakabin Letjen Purn. Teddy Lhaksmana, Menteri Agama RI Mayjen TNI (Purn) Fachrurrozi, Kepala BNPB RI/Kepala Gugus Tugas Covid-19 Letjen TNI Dony Munardo, Kapolri Jenderal Pol. Idham Aziz, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Jaksa Agung RI Prof. Burhanuddin.

Dalam rapat melalui Vicon tersebut,  Menko Polhukam RI Prof. Mahfud MD, mengatakan bahwa terkait mudik dan lebaran, dimana dimasyarakat terdapat berbeda-beda pandangan, yang mana shalat idul fitri apakah dilaksanakan secara berjamaah atau sendiri. Sehingga pihaknya akan menyampaikan kesimpulan kepada Forkompinda di seluruh Indonesia. Secara yuridis, didalam UU dan Permenkes No. 9 tahun 2020 bahwa dilarang untuk berkumpul, kemudian berdasarkan keputusan WHO bahwa penyakit ini merupakan pandemi global, sehingga dilarang berkumpul. Diharapkan kepada Forkompinda untuk mengkampanyekan secara masif, agar shalat idul fitri dilakukan di rumah masing-masing. Akan tetapi bisa menimbulkan persoalan sosial maupun politisasi, sehingga diharapkan Pemda, TNI, Polri dan Sat Pol PP agar mengantisipasi adanya kelompok-kelompok yang tetap ingin melakukan shalat idul fitri.

Baca juga:  Donor Darah Dalam Rangka Hari Bhakti TNI AU Ke 68 Tanggal 29 Juli 2015

Pada kesempatan tersebut Mendagri, Prof. H. M. Tito Karnavian, mengatakan bahwa terkait pelaksanaan shalat idul fitri tidak dilaksanakan secara massal guna untuk menghindari penyebaran Covid-19. Perlu adanya langkah-langkah dari Kepala Daerah dan kekompakan dari Forkompinda untuk dapat memutuskan agar shalat idul fitri tidak dilaksanakan secara masif, terutama daerah. Selain itu, diharapkan agar dilakukan pendekatan kepada tokoh agama hingga ke desa-desa agar kegiatan shalat idul fitri tidak dilaksanakan di masjid. Selain itu, Menteri Agama RI, Mayjen TNI (Purn). Fachrurrozi, mengatakan bahwa ada beberapa himbauan yang telah dibuat oleh Kemenag yang berbentuk poster ataupun video, yang intinya agar masyarakat melaksanakan PSBB dan himbauan kepada masyarakat untuk tidak melaksanakan sholat idul Fitri masjid tetapi di rumah saja dan tidak melaksanakan relaksasi di rumah ibadah, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan, bahwa apabila masih ada masyarakat yang melakukan kegiatan sholat idul fitri di masjid, harus menekankan kepentingan kesehatan dan melaksanakan sosialisasi kepada tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh MUI maupun Pemerintah. Kemudian juga menghimbau kepada jamaah tentang protokol kesehatan. Terkait mudik, TNI dan Polri agar menambah check point yang telah ditentukan dan berpesan kepada aparat yang berada di lapangan untuk tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Baca juga:  Manfaatkan Potensi Dirgantara, Spotdirga Laksanakan Kegiatan Sosialisasi serta Pengawasan dan Evaluasi di Lanud Iskandar

Pada kesempatan rapat koordinasi ini turut hadir mendampingi Gubernur NTB, Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaida, Kapolda NTB Irjen Pol M. Iqbal, Kabinda NTB Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si, Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Dados Raino, Kajari Prov. NTB dan ara asisten serta Pimpinan OPD Pemprov. NTB.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel