Berita

Danpusdikbangspes Kodiklat TNI Buka Kursus Perwira Hanud Pasif IX TA 2015

Dibaca: 25 Oleh 05 Mei 2015Tidak ada komentar
P-51 Mustang, Perintis Tim Aerobatik TNI Angkatan Udara
#TNIAU 

Komandan Pusat Pendidikan dan Pengembangan Spesialisasi (Danpusdikbangspes) Kodiklat TNI Marsekal Pertama TNI Imron Nasution, secara resmi membuka Kursus Perwira Hanud Pasif IX Tahun Anggaran 2015, yang bertempat di Aula Pusdiklathanudnas Surabaya, Selasa (5/5).

Turut hadir dalam acara tersebut Komandan Sekolah Administrasi Pusdikbangspes Kodiklat TNI Kolonel Kav Udiyanto, Korps Dosen Pusdikbangspes Kodiklat TNI Kolonel Laut (P) Eko Priyono, Disdikal Letkol Laut (KH) Eko Setijo, Waaspers Kodam V/Brawijaya Letkol Arm Sanuri Hadi, Para Direktur, Kapokinst dan Instruktur.

Kursus Perwira Hanud Pasif IX akan dilaksanakan selama dua bulan yang diikuti oleh 20 orang siswa dengan kepala sekolah Mayor Lek Dhany Ramadhona. Upacara pembukaan ditandai dengan penyematan tanda siswa secara simbolis kepada perwakilan siswa.

Dalam amanatnya Danpusdikbangspes Kodiklat TNI mengatakan bahwa Kursus Perwira Hanud Pasif IX adalah merupakan salah satu jenis Pendidikan Pengembangan Spesialisasi Perwira TNI yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik, agar memiliki pengetahuan dan keterampilan dibidang pertahanan udara pasif sehingga akan memiliki kemampuan dalam mencegah, memperkecil, menanggulangi dan merehabilitasi akibat dari serangan udara lawan di wilayahnya, dengan sasaran akhir terpeliharanya kondisi aman di wilayah Obyek Vital Nasional dari ancaman serangan udara.

Baca juga:  Pemasangan Plang Aset TNI AU Di Pulau Subi Kabupaten Natuna

Lebih lanjut dikatakan materi yang akan di bekalkan kepada para Perwira Siswa agar memiliki pengetahuan dan wawasan tentang Pertahanan Udara yang dapat diandalkan antara lain Binpotdirga, Intelijen Udara, Siskomlek Kohanudnas, Sistem Pertahanan Negara, Operasi Gabungan TNI, Operasi Hanud Pasif, Hukum Udara, Hakekat Ancamaan Udara, Pengamanan Obyek Vital Nasional, Pengorganisasian Hanud Pasif, Protap Operasi Hanud, Penyelenggaraan Hanud Pasif, Pola Operasi Hanud Pasif, Pola Pembinaan Hanud Pasif dan lain-lain, jelasnya.

Ditambahkan, mengingat begitu pentingnya materi yang harus didapat dengan alokasi waktu pendidikan yang relatif singkat kurang lebih dua bulan, diperlukan kerja keras dan ketekunan serta kesungguhan hati para dosen/gumil untuk dapat memberikan materi dan mentransfer ilmu pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki selama ini kepada para peserta didik, sehingga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan peserta didik secara maksimal.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel