Berita

Danseskoau Buka Penatris Pasis Seskoau A-52

Dibaca: 21 Oleh 18 Nov 2015Tidak ada komentar
BAe Hawk 209
#TNIAU 

Komandan Seskoau Marsekal Muda TNI Anang Murdianto baru-baru ini, membuka Penataran Istri Pasis Seskoau A-52 di Bangsal Srutasala Lembang Bandung. Hadir pada acara pembukaan penatris tersebut Wadanseskoau Marsma TNI Emir Panji Dermawan, para Pejabat, para Dosen dan Patun Seskoau, Ketua Pia AG Cabang Berdiri Sendiri (CBS) Seskoau Nyonya Retno Anang Murdianto, Wakil Ketua Pia AG CBS Seskoau Nyonya Clara Emir Panji Dermawan beserta pengurus jajarannya.

Danseskoau mengatakan, peran istri sebagai pendamping suami sama artinya dengan peran sebagai istri seorang prajurit. Kehidupan di dalam lingkungan militer/TNI tentunya tidak sama dengan kehidupan di dalam lingkungan masyarakat sipil. Demikian pula peran ibu-ibu sebagai seorang istri sekaligus ibu dari anak-anak adalah tugas yang cukup kompleks dan tidak mudah. Peran yang sedang dan akan terus ibu jalankan merupakan salah satu penentu keberhasilan dari tugas-tugas sekaligus menunjang karier suami. Para istri sebagai pendamping suami prajurit TNI dituntut untuk dapat memiliki ketulusan, kesabaran, ketabahan dan ketegaran hati, pikiran dan perasaan. Karena yang mampu ibu-ibu hadirkan dalam hidup dan kehidupan, akan mampu mengantarkan suami dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik dan berhasil, demikian ujar Danseskoau.

Baca juga:  Aspers Kasau: Koperasi Angkatan Udara Harus Profesional dan Proporsional

Beberapa materi telah disampaikan oleh praktisi dan pakar dibidangnya seperti masalah protokoler, etika pergaulan, komunikasi, psikologi, perjamuan berbusana, kesehatan reproduksi, hubungan suami istri dan anak dalam keluarga, komunikasi dan teknik berbicara efektif serta kepemimpinan sangat relevan dengan apa yang akan dihadapi ibu-ibu nanti dalam berorganisasi dan dalam kedinasan suami kelak.

Selanjutnya kita semua mengetahui, para Perwira Siswa yang menempuh pendidikan Seskoau merupakan perwira pilihan, karena setelah lulus diharapkan jenjang kariernya terus berkembang, sesuai kebutuhan organisasi. Oleh karena itu, para istri sebagai pendamping suami diharapkan berwawasan, berpengetahuan dan berkemampuan sesuai kedudukan suami agar dapat mengarahkan para istri anak buahnya sesuai tuntutan dalam dinas atau tata kehidupan di masyarakat. Dengan demikian ibu-ibu sebagai pendamping suami dituntut berprilaku secara tepat, efektif, proporsional sesuai tuntutan organisasi, lingkungan dinas dan lingkungan masyarakat, pungkas Danseskoau.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel