Berita

Danskadud 21 Lanud Abd Pimpin Terbang Malam

Dibaca: 15 Oleh 28 Mar 2015Tidak ada komentar
M 458 NA B 25 Mitchell Indonesian Airforce 7168661149
#TNIAU 

Skadron Udara 21 Wing 2 Lanud Abd Saleh belum lama ini kembali melakukan latihan terbang malam dengan menggunakan empat pesawat tempur Super Tucano seri TT. 3102 dipiloti oleh Letda Pnb Bayu didampingi Mayor Pnb Ivy Safatilah, pesawat TT.3105 dipiloti Lettu Pnb Dian Nugroho didampingi Komandan Skadron Udara 21 Letkol Pnb Toto Ginanto,S.T. pesawat TT.3107 dipiloti Letda Pnb Bayu didampingi Mayor Pnb Taufik dan Letda Pnb Dewa didampingi Mayor  Pnb Taufik menggunakan pesawat TT.3103 selama dua jam berkeliling kota Malang dan sekitarnya.

Terbang malam tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan dan ketrampilan penerbang dan ground crewnya sekaligus pesawat Super Tucanonya sendiri. Disamping itu penerbangan profesiensi ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme personel, baik skill maupun kemampuan terbang para penerbang termasuk kesiapan seluruh ground crew pesawat dalam mengantisipasi kemungkinan akan terjadinya gangguan, ancaman serta pelanggaran wilayah udara Indonesia oleh pihak lain yang datang pada waktu siang maupun  malam hari.

Sebelum pelaksanaan latihan terbang malam, terlebih dahulu diawali dengan briefing penerbangan yang dilaksanakan di ruang rapat Skd 21 yang bertujuan untuk mengetahui perkembangan cuaca dan misi yang akan dilaksanakan dalam latihan terbang malam. Dikatakan Danskd 21, bahwa satuan operasional Skd 21 yang bertugas melaksanakan berbagai misi operasi udara, harus selalu siap operasi, baik operasi udara pada siang hari maupun operasi udara di malam hari. Bagi setiap pilot terutama pilot tempur, kemampuan dan keahlian terbang malam harus betul-betul dikuasai dengan baik, hal ini terkait dengan keberadaan penerbang tempur yang harus siaga setiap saat menerima tugas pimpinan atas untuk mengamankan wilayah NKRI.

Baca juga:  Komandan Lanud Sam Ratulangi Hadiri Pembukaan Manado Fiesta Tahun 2019

“Perintah komando atas ini tidak selalu diberikan pada siang hari, akan tetapi bila tengah malam perintah itu diturunkan, maka para penerbang yang bertugas mengawal wilayah dirgantara nasional tersebut harus siap melaksanakan tugasnya”, lanjutnya. Oleh karenanya operasi Latihan Terbang Malam ini menjadi penting dan harus dilaksanakan dengan serius tanpa mengabaikan safety factor.

Sebagai satu-satunya Skadron Udara yang mengawaki pesawat tempur di Pangkalan TNI AU Abdulrachman Saleh, Skadron Udara 21 harus siap operasional dalam melaksanakan tugas-tugas pertahanan udara. Selain kesiapan alutsista dan para penerbang yang mengawakinya, tentunya kesiapan seluruh komponen pendukung harus tetap terjaga termasuk para crew pesawat yang memiliki andil sangat besar dalam keberhasilan setiap operasi udara yang dilaksanakan.

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel